Pertarungan Jokowi - Ma'ruf di Jawa Barat: Malu Jika Kalah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin tiba untuk mengikuti pengundian dan penetapan nomor urut pada Pemilihan Presiden 2019 di kantor KPU, Jakarta, Jumat 21 September 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin tiba untuk mengikuti pengundian dan penetapan nomor urut pada Pemilihan Presiden 2019 di kantor KPU, Jakarta, Jumat 21 September 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan tingkat keterpilihan (elektabilitas) Calon Presiden inkumben Joko Widodo (Jokowi - Ma'ruf) masih rendah di Jawa Barat. Makanya, Ma'ruf mengatakan akan gencar turun ke kantong-kantong suara di tanah Pasundan. "Jadi kalau di Jawa Barat kalah, kami malu," kata Ma'ruf Amin saat berdialog dengan para ulama Nahdlatul Ulama (NU) di kediamannya di Jalan Situbondo Nomor 12, Jakarta pada Senin, 12 November 2018.

    Baca: Survei Internal Jokowi - Ma'ruf: Suara di Jawa Barat 47 Persen

    Jawa Barat memang menjadi momok bagi kubu Jokowi - Ma'ruf Amin. Dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2014, Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

    Saat itu Jokowi-JK hanya memperoleh 9.530.315 suara atau 40,22 persen. Sementara Prabowo-Hatta mendapatkan 14.167.381 suara atau 59,78 suara. Saat ini, Jokowi akan tanding ulang dengan Prabowo di Pilpres 2019. Di Jawa Barat mereka akan memperebutkan sekitar 32 jutaan suara.

    Simak kelanjutannya: Daerah-daerah di Jawa Barat yang belum pro Jokowi - Ma'ruf


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.