Tim Jokowi dan Prabowo Bersepakat Sudahi Saling Serang Pernyataan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden inkumben Joko Widodo alias Jokowi (kanan) dan calon presiden Prabowo Subianto saling menyapa saat menghadiri acara pengambilan nomor urut capres di  gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Kedua pasangan yang bertarung dalam pilpres 2019 tampak akrab dalam acara pengambilan nomor urut capres. REUTERS/Darren Whiteside

    Calon presiden inkumben Joko Widodo alias Jokowi (kanan) dan calon presiden Prabowo Subianto saling menyapa saat menghadiri acara pengambilan nomor urut capres di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Kedua pasangan yang bertarung dalam pilpres 2019 tampak akrab dalam acara pengambilan nomor urut capres. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua kubu koalisi pendukung calon presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto saling menunggu untuk membeberkan program prioritas dalam masa kampanye pemilihan presiden 2019. Meski begitu, kedua kubu bersepakat untuk meninggalkan materi kampanye yang dinilai keluar dari esensi visi dan misi, serta program yang diajukan setiap pasangan calon saat pendaftaran.

    Baca: Prabowo Minta Maaf soal Pidato Tampang Boyolali

    Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Eddy Soeparno, mengatakan pihaknya akan menjauhi materi kampanye yang bersifat simbolis dan metafora. Menurut dia, polemik materi kampanye yang jauh dari esensi program pasangan calon membuat empati masyarakat tergerus. “Kalau tidak menyentuh persoalan mereka, kami khawatir apatisme masyarakat menjadi semakin tinggi,” kata Eddy kepada Tempo, Senin, 12 November 2018.

    Menurut Eddy, semakin masyarakat bersikap apatis terhadap pemilihan umum, partisipasi masyarakat berpotensi kian rendah. Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional ini mengatakan rendahnya partisipasi masyarakat pun berdampak pada hasil perolehan setiap partai dalam pemilu. Kubu Prabowo, kata dia, pun bakal mendorong diskusi akademik yang berbasis pada fakta dan data untuk menggarap persoalan ekonomi selama masa kampanye.

    Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, mengatakan pihaknya telah dari awal masa kampanye berfokus menggarap sejumlah persoalan di bidang ekonomi. Di antaranya persoalan pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan pekerjaan, dan harga kebutuhan pokok yang terjangkau. “Ini selalu digaungkan Prabowo dan Sandiaga saat berkeliling,” kata politikus Partai Gerindra ini.

    Baca: Jokowi Sebut Banyak Politikus Sontoloyo

    Menurut Andre, belum detailnya penyampaian program Prabowo di bidang ekonomi adalah strategi kampanye untuk menghadapi program kampanye Jokowi. Prabowo, kata dia, akan menyampaikan detail program pada debat terbuka. “Kami mulai masuk materi setelah Jokowi memaparkan programnya,” ujarnya.

    Kedua kubu dinilai ke luar dari esensi visi dan misinya selama hampir dua bulan masa kampanye. Mereka dinilai hanya saling serang melalui pernyataan. Jokowi, misalnya melontarkan istilah “politikus sontoloyo” dan “politik genderuwo”. Adapun Prabowo sempat melontarkan istilah “tampang Boyolali” saat berkampanye di Jawa Tengah. Saling serang pun dilakukan oleh kedua calon wakil presiden, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno.

    Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq, mengatakan telah bersiap mempresentasikan visi, misi, dan program koalisi sejak awal masa kampanye. Sejumlah isu menjadi sorotan, seperti pembangunan infrastruktur dan ekonomi, perlindungan anak dan perempuan, serta isu pembukaan lapangan pekerjaan. Kubu Jokowi, kata dia, membuka diskusi di seluruh wilayah untuk membahas sejumlah persoalan berbasis data dan fakta pada sisa masa kampanye. “Seharusnya kedua kubu berbicara lebih konstruktif,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

    Baca: Puisi Genderuwo dan Lagu Sontoloyo Buatan Fadli Zon untuk Jokowi

    Adapun juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, mengatakan perbincangan soal program kampanye tertunda karena koalisi harus mengklarifikasi sejumlah pernyataan kubu Prabowo. Nantinya, koalisi pun akan berfokus mempromosikan sejumlah keberhasilan Jokowi, seperti di bidang pembangunan infrastruktur dan ekonomi selama empat tahun pemerintahan. “Kami harus meng-counter dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?