AHY Klaim Demokrat Tak Bergantung Efek Ekor Jas dari Prabowo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kader Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberi pernyataan pers di hari ulang tahunnya serta dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di rumah SBY, Kuningan, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Tempo Rezki Alvionitasari

    Kader Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberi pernyataan pers di hari ulang tahunnya serta dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di rumah SBY, Kuningan, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Tempo Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama atau Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan partainya tak bergantung kepada efek ekor jas atau coat tail effect dari pasangan calon presiden-wakil presiden yang diusung. AHY, sapaan Agus, mengatakan Demokrat memiliki strategi sendiri untuk pemenangan pemilihan legislatif 2019.

    "Tidak. Kalau bergantung di coat tail effect itu berarti kami terlalu berharap. Hope is not strategy," kata Agus seusai penutupan pembekalan calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Partai Demokrat di Golden Ballroom The Sultan Hotel, Jakarta, Ahad, 11 November 2018.

    Baca: AHY: Partai Demokrat Kejar 15 Persen Kursi di DPR

    AHY menuturkan Demokrat menyadari keinginan mendapatkan efek ekor itu berlebihan. Sebab, kata dia sejumlah lembaga survei mencatat bahwa efek ekor jas hanya akan dinikmati Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang memiliki calon presiden.

    Salah satu survei yang mencatat efek ekor jas ini ialah Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Peneliti LSI Denny JA, Adjie Al Faraby, mengatakan figur capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto hanya memberi efek signifikan bagi partai asal masing-masing, yakni PDIP dan Gerindra. Adjie menyebut keduanya tidak memberi insentif elektoral terhadap partai pengusung mereka di pilpres 2019.

    Kendati begitu, kata AHY, Demokrat memahami kondisi itu sebagai realitas yang mesti dihadapi. Dia pun mengklaim partainya tak akan mengeluhkan situasi tersebut.

    Baca: AHY Ajak Pendukung Soeharto Menangkan Prabowo - Sandiaga

    AHY mengataka Demokrat juga memiliki strategi sendiri yang berbeda dengan anggota partai koalisi pengusung Prabowo lainnya. Demokrat, misalnya, belum berkampanye bersama Sandiaga Uno seperti yang gencar dilakukan Partai Amanat Nasional.

    Menurut AHY, strategi pemenangan pileg ini menjadi kedaulatan masing-masing partai. Namun, dia enggan mengungkap strategi apa yang akan dilakukan Demokrat untuk mencapai target 15 persen kemenangan di pileg nanti.

    Putra pertama Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono ini mengimbuhkan, kebersamaan partainya dengan Prabowo-Sandiaga merupakan hal niscaya. Meski begitu, Demokrat akan fokus terlebih dulu dengan pemenangan pileg. "Kami tidak ingin kemudian salah mengambil jalan ataupun salah menentukan strategi dalam pemenangan caleg," ujarnya.

    Baca: Ini Posisi SBY dan AHY di Badan Pemenangan Prabowo - Sandiaga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.