Ma'ruf Amin Sebut Budek dan Buta, Timses Jokowi: Menyindir Lawan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, bersama Ketua Arus Baru Indonesia Lukmanul Hakim menghadiri acara Konser Nasyid dan Sholawat untuk Kerukunan Bangsa di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 20 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, bersama Ketua Arus Baru Indonesia Lukmanul Hakim menghadiri acara Konser Nasyid dan Sholawat untuk Kerukunan Bangsa di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 20 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menjelaskan bahwa pidato Ma’ruf Amin yang menyebut mereka yang tak melek kesuksesan Jokowi adalah orang yang ‘buta’ dan ‘budek’, hanya kiasan untuk menyindir kubu lawan yang tak mengakui prestasi pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi selama empat tahun belakangan.

    Baca: Ma'ruf Amin: Hanya Orang Buta-Budek yang Tak Akui Sukses Jokowi

    Karding mengatakan, pernyataan Ma'ruf soal budek dan buta itu sebenarnya hanya bahasa yang biasa dipakai semacam kiasan agar masyarakat mudah mengerti dan mudah memahami. “Itu kiasan yang sangat biasa, sehari-hari. Artinya Kiai Ma'ruf mendorong semua pihak termasuk oposisi itu bisa berfikir dan bersikap obyektif,” kata Karding lewat keterangannya pada Ahad, 11 November 2018.

    Menurut Karding, pernyataan Ma’ruf tersebut ditujukan kepada kubu Prabowo Subianto. Intinya, Ma'ruf Amin ingin mengatakan bahwa selama ini narasi-narasi dibangun pihak lawan seakan-akan tidak mengakui banyak prestasi Jokowi.

    Misalnya, di bidang infrastruktur, program yang berpihak kepada masyarakat, serta menurunkanya kemiskinan menurun. “Ini tidak diakui (mereka). Jadi itulah bahasa yang paling mudah menyampaikan ke rakyat bahwa orang-orang seperti itu namanya budek dan buta,” ujar Karding.

    Pidato Ma’ruf Amin tersebut menuai kritik dari tim kubu Prabowo Subianto–Sandiaga Uno (Prabowo - Sandiaga). Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai luapan pernyataan Ma’ruf itu tak elok dan jauh dari akhlak baik serta sikap kewarganegaraan. “Bagi saya, itu merendahkan saudara-saudara yang difabel,” kata Dahnil kepada Tempo pada Sabtu malam, 10 November 2018.

    Dahnil mengatakan seharusnya sah-sah saja masyarakat berbeda pandangan seperti soal kesuksesan inkumben. Sebab, dalam ruang politik, ia memandang siapa pun dapat beradu gagasan.

    Simak: Bantah Kriminalisasi Ulama, Jokowi: Ma'ruf Amin Paling Top

    Bila dikritik, kata Dahnil, politikus tak perlu menebar tudingan-tudingan dengan diksi miring seperti yang dilakukan Ma'ruf Amin. Dahnil pun meminta masing-masing pasangan capres dan cawapres bergembira menyikapi pertarungan dalam pemilihan presiden atau Pilpres serta pemilihan umum atau Pemilu 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.