Jumat, 16 November 2018

Yusril Ihza Beberkan Isi Draf Aliansi yang Tak Direspons Prabowo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yusril Ihza Mahendra, ketua partai PBB. Dok. TEMPO

    Yusril Ihza Mahendra, ketua partai PBB. Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra membeberkan adanya rancangan atau draf aliansi yang diajukan kepada calon presiden Prabowo Subianto. Yusril mengatakan rancangan itu disusun di rumah ulama GNPF Abdul Rasyid Syafii.

    Draf itu, kata Yusril, juga disusun setelah dia meminta Ketua Majelis Syuro PBB MS Kaban dan Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noer menemui pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab di Mekkah.

    Baca: Yusril Ihza Mahendra: Rizieq Shihab Pun Tak Bisa Telepon Prabowo

    Setelah disusun, menurut Yusril, draf itu diserahkan oleh juru bicara FPI Munarman kepada Prabowo pada 13 Oktober lalu. "Tapi sampai hari ini juga tidak ada respons dari beliau, jadi ya sudahlah mau apalagi," kata dia pada Kamis, 8 November 2018.

    Draf itu selesai disusun pada 11 Oktober 2018. Di bagian akhir rancangan, enam ketua umum partai sedianya menandatangani draft tersebut. Enam ketum partai yang dimaksud adalah Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman, Yusril, dan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku tak pernah mengetahui adanya rancangan kerja sama antara koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga dan PBB. Muzani juga mengklaim tak pernah mendengar ihwal draf kerja sama yang sebelumnya disebut-sebut Yusril.

    Baca: Yusril Ihza Mahendra, Dari Pengkritik Menjadi Pengacara Jokowi

    "Saya enggak pernah baca, enggak pernah dengar ada draf itu dari Pak Yusril dan dari PBB," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

    Cawapres Sandiaga Uno juga tak menjawab jelas saat ditanya ihwal keberadaan draf tersebut. Dia hanya berujar telah menghormati keputusan Yusril menjadi pengacara Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. "Kami fokusnya di ekonomi," ujarnya.

    Berikut draf aliansi yang salinannya diberikan Yusril kepada Tempo pada Kamis sore, 8 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.