Kata Ma'ruf Amin soal Prabowo Minta Maaf soal Tampang Boyolali

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, menanggapi soal video permintaan maaf Prabowo atas pidatonya di Boyolali yang menyebut ‘tampang Boyolali’. Menurut Ma’ruf, yang bisa memaafkan atau tidak adalah otoritas dari masyarakat Boyolali sendiri.

    Baca: Ma'ruf Amin Sebut Ekonomi Keumatan Bisa Kurangi Impor

    “Saya kira itu terserah nanti masyarakat ya. Kadang (sudah) minta maaf, (tapi) masyarakatnya bagaimana. Itu kan dengan pihak Boyolali,” ujar Ma’ruf selepas menghadiri rapat pleno Dewan Syariah Nasional (DSN) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 8 November 2018.

    Prabowo menyatakan permintaan maaf melalui video yang dikirim oleh koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasinonal, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada wartawan, Rabu, 9 November 2018. Dalam video tersebut, Prabowo menyampaikan permintaan maafnya di bagian akhir tayangan. Ia pun menjelaskan alasan di balik ucapannya yang menuai reaksi negatif dari publik.

    Baca: Rizieq Shihab Dibebaskan, Ma'ruf Amin Puji KJRI Arab Saudi

    "Maksud saya tidak negatif. Tapi kalau tersinggung, ya saya minta maaf. Maksud saya tidak seperti itu,” ujar Prabowo. Dia mengklaim cara bicaranya tersebut familiar di kalangan kelompok yang sudah akrab satu sama lain. Prabowo mengatakan pernyataan itu adalah bahasa pertemanan.

    FIKRI ARIGI | FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.