Jumat, 16 November 2018

Ma'ruf Amin Sebut Ekonomi Keumatan Bisa Kurangi Impor

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, bersiap menyerahkan sorbannya yang terjual Rp 125 juta kepada pembeli melalui lelang saat acara Konser Nasyid dan Sholawat untuk Kerukunan Bangsa di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 20 Okotober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, bersiap menyerahkan sorbannya yang terjual Rp 125 juta kepada pembeli melalui lelang saat acara Konser Nasyid dan Sholawat untuk Kerukunan Bangsa di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 20 Okotober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin mengatakan konsep ekonomi keumatan dapat mengurangi impor. Dengan catatan, kata dia, harus ada ekspansi produk-produk dalam negeri.

    “Kita harus memperbesar produk-produk dalam negeri, baik pertanian maupun industri ekonomi kreatif. Kalau itu diperbesar, diberikan nilai tambah, kan bisa yang selama ini kita impor, bisa kita kurangi,” kata Ma’ruf selepas menghadiri acara Ijtimak Sanawi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 8 November 2018. Ekonomi keumatan ini merupakan konsep ekonomi yang disampaikan Ma'ruf saat menjadi cawapres.

    Baca: Ma'ruf Amin: Ekonomi RI di 2024 Sudah Siap Tinggal Landas

    Menurut Ma'ruf, banyak produk-produk dalam negeri yang dapat ditingkatkan kualitasnya untuk mendongkrak nilai tambah. “Misalnya cokelat kita dorong, dia jadi produk yang kualitasnya (baik) di luar negeri. Atau kopi misalnya,” kata dia.

    Hal ini, kata Ma'ruf, dapat meningkat dengan ekonomi keumatan dalam arus ekonomi baru Indonesia. Menurut dia, sampai sekarang ekonomi syariah sudah tumbuh hingga 8,5 persen.

    Baca: Sandiaga Realistis soal Kebijakan Setop Impor

    Karena itu, menurut Ma'ruf, Indonesia tinggal melakukan upaya penguatan, memperbesar, menambah dan menyempurnakan yang belum sempurna. "Semangat memasyarakatkan ekonomi syariah, dan mensyariahkan ekonomi masyarakat yang kini harus difokuskan," ujarnya.

    Sementara itu, mengenai persoalan impor, calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno berpendapat impor bisa dikurangi bahkan dihentikan dengan sinkronisasi data. Ia mengatakan ketersediaan produksi pangan dalam negeri sebenarnya bisa diprediksi dengan teknologi dan analisis data.

    Ia dan pasangannya, Prabowo Subianto, berencana menerapkan swasembada pangan dan energi jika terpilih. Menurut mereka, Indonesia memiliki sumber daya melimpah untuk bisa swasembada.

    Baca: Jokowi Sebut Ma'ruf Amin Berpengetahuan Luas di Bidang Ekonomi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.