Jumat, 16 November 2018

Rizieq Shihab Dibebaskan, Ma'ruf Amin Puji KJRI Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin (kanan), mengunjungi kantor pusat MUI di Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin (kanan), mengunjungi kantor pusat MUI di Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin memuji kinerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi, yang telah memberikan jaminan untuk kebebasan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Menurut dia, KJRI sudah berhasil melaksanakan tugasnya dalam melindungi warga negara Indonesia.

    “Ya bagus, dia bebas karena dijamin oleh Konjen kita di sana. Bagus Konjen,” kata Ma’ruf kepada wartawan selepas menghadiri rapat pleno Dewan Syariah Nasional (DSN) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 8 November 2018.

    Baca: PA 212 Sebut Ada Rekayasa Intelijen Kasus Bendera Rizieq Shihab

    Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel sebelumnya membenarkan penangkapan Rizieq oleh aparat keamanan Arab Saudi di Mekkah. Namun, Agus mengatakan Rizieq telah dilepaskan sehari setelah ditangkap dan diperiksa kepolisian Arab Saudi.

    "Tanggal 6 November 2018 pukul 20.00 waktu Arab Saudi, dengan didampingi oleh staf KJRI, Muhammad Rizieq Shihab dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan," ujar Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 7 November 2018.

    Baca: Kata PA 212 Soal Beredarnya Gambar Serangan Balik Rizieq Shihab

    Agus menjelaskan penangkapan itu berawal saat Kepolisian Mekkah mendatangi tempat tinggal Rizieq Shihab pada 5 November 2018 pukul 08.00 waktu setempat. Polisi memeriksa singkat kediaman Rizieq karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam. "Pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis pada dinding bagian rumah belakang Rizieq," kata dia.

    Pemasangan bendera seperti itu, kata Agus, memang dilarang di Arab Saudi. Pemerintah Saudi, kata dia, melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut, dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al Qaedah, Al Jama'ah Al Islamiyyah. Segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstremisme juga dilarang. Pemerintah Arab juga memantau kegiatan media sosial. Pelanggaran IT merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

    Baca: Kasus Menghantui Rizieq Shihab: Logo Palu Arit - Ujaran Kebencian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.