Djoko Santoso Sudah Laporkan soal Pemboikotan Metro TV ke Prabowo

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Djoko Santoso menghadiri perayaan HUT ke-20 Partai Amanat Nasional di kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Agustus 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Djoko Santoso menghadiri perayaan HUT ke-20 Partai Amanat Nasional di kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Agustus 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga Uno, Djoko Santoso, mengatakan timnya memang memboikot stasiun televisi swasta Metro TV. Djoko beralasan, Metro TV dalam program-program talkshow-nya merugikan koalisi Prabowo-Sandiaga.

    Baca: Alasan Badan Pemenangan Prabowo Boikot Sementara Metro TV

    "Enggak sehat, ini sedang talkshow, ada medsos (media sosial) dimasukkan, menurut pendapat A, B begini, dan ini merugikan," kata Djoko di Media Center Prabowo-Sandiaga, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 6 November 2018.

    Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia ini menilai Metro TV tak berimbang. Dia pun mengatakan badan pemenangan akan memboikot hingga waktu yang belum diketahui.

    Djoko juga tak mengungkapkan apa yang diinginkan Badan Pemenangan Nasional dari Metro TV. Dia menganggap stasiun televisi berita itu tampak tak masalah dengan pemboikotan itu. "Saya kira dia happy-happy aja diboikot," ujarnya.

    Djoko mengklaim telah melaporkan keputusan itu kepada Prabowo. Namun, dia menegaskan bahwa keputusan pemboikotan itu merupakan wewenangnya. "Saya yang ambil tanggung jawab dan ambil keputusan," kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini.

    Baca: Diminta Tak Partisan, Metro TV: Kami Memegang Prinsip Jurnalistik

    Pemboikotan ini sebelumnya telah diutarakan juru bicara badan pemenangan, Ferry Juliantono. Namun, koordinator juru bicara, Dahnil Anzar Simanjuntak justru belum memberi pernyataan serupa. Dua kali dihubungi Tempo pada Ahad malam dan Senin kemarin, Dahnil tak menjawab dan berujar baru akan bicara kemudian.

    Pemimpin Redaksi Metro TV Don Bosco Selamun menyesalkan pemboikotan itu. Namun, Don Bosco mengatakan keputusan tersebut memang hak dari badan pemenangan.

    Dia pun berujar medianya memegang teguh prinsip jurnalistik mengenai objektivitas. Metro TV, ujarnya, akan tetap memberitakan sesuai fakta apa pun yang terjadi di koalisi Prabowo.

    Sebab, kata Don Bosco, publik berhak mengetahui segala informasi yang terjadi di kubu Prabowo-Sandiaga. "Dan tentu mengkritisi berbagai hal yang terjadi," kata Don Bosco kepada Tempo, Senin, 5 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.