Sabtu, 17 November 2018

Alasan Badan Pemenangan Prabowo Boikot Sementara Metro TV

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato politik saat deklarasi emak-emak dan relawan Bali untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Denpasar, Jumat, 19 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato politik saat deklarasi emak-emak dan relawan Bali untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Denpasar, Jumat, 19 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga, Ferry Juliantono membeberkan alasan pemboikotan terhadap stasiun televisi swasta Metro TV. Ferry mengatakan BPN merasa Metro TV kerap merugikan Prabowo-Sandiaga sebagai pasangan calon presiden-wakil presiden.

    "Kami menganggap Metro TV seringkali membuat tema dan membangun format yang kurang menguntungkan kami. Misalnya yang temanya memang dibuat untuk mendiskreditkan pasangan kami," kata Ferry kepada Tempo, Senin, 5 November 2018.

    Baca: Metro TV Menyesalkan Pemboikotan Oleh Kubu Prabowo - Sandiaga

    Ferry menyampaikan contoh lainnya. Menurut dia, tim Metro TV pernah mengabaikan usulan badan pemenangan terkait narasumber yang akan diundang wawancara ke suatu program. Pihak stasiun televisi, ujar Ferry, malah mengundang narasumber lain. Ferry juga menyebut bahwa pembawa acara kerap memotong pernyataan dari perwakilan timnya.

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan ada banyak tayangan wawancara Metro TV yang menyudutkan Prabowo-Sandiaga. Namun dia tak merinci tayangan dan program apa saja yang dia permasalahkan.

    Ferry hanya berujar bahwa badan pemenangan berharap stasiun televisi milik Media Group ini objektif dalam pemberitaan. Ferry pun menyinggung kepemilikan Metro TV, salah satunya oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, salah satu partai pengusung Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di pemilihan presiden. "Kami mengharapkan Metro TV bisa lebih menempatkan diri sebagai media yang objektif meskipun ya kita tahu ketum partainya begitu," kata Ferry.

    Baca: Tim Pemenangan Prabowo - Sandiaga Memboikot Sementara Metro TV

    BPN Prabowo-Sandiaga pun meminta Metro TV melakukan introspeksi atas pola pemberitaan mereka selama ini dan memperbaikinya. Jika tidak, kata dia, badan pemenangan akan terus melakukan boikot dengan tidak mengirimkan perwakilan untuk menghadiri undangan wawancara atau talk show ke Metro TV.

    "Kalau tanpa komitmen itu, introspeksi dan memperbaiki, kami dengan segala hormat memandang perlu untuk menyikapi, untuk tidak mengirimkan perwakilan ke Metro TV," kata Ferry.

    Baca: Ini Penyebab Tim Pemenangan Prabowo - Sandiaga Memboikot Metro TV

    Ferry mengatakan sikap memboikot ini diputuskan oleh rapat badan pemenangan. Dia mengklaim keputusan itu sudah disampaikan ke Prabowo dan Sandiaga. Namun, Ferry belum memastikan bagaimana respons Prabowo dan Sandiaga ihwal sikap itu. "Sikap ini kan kami niatkan supaya Metro TV supaya lebih bisa obyektif dan jangan jadi terlalu partisan gitu," ujarnya.

    Sementara itu, Pemimpin Redaksi Metro TV Don Bosco Selamun mengatakan BPN Prabowo-Sandiaga memang berhak memboikot medianya. Namun ia menyesalkan jika pemboikotan itu benar terjadi.

    Namun meski diboikot, kata Don Bosco, Metro TV akan tetap meliput dan memberitakan fakta maupun peristiwa yang terjadi di kubu Prabowo. Menurut dia, publik berhak mengetahui segala informasi yang terjadi di kubu Prabowo-Sandiaga. "Dan tentu mengkritisi berbagai hal yang terjadi," kata Don Bosco kepada Tempo, Senin, 5 November 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.