Jumat, 16 November 2018

Sandiaga Bakal Berembuk dengan Aktivis HAM Soal Hukuman Mati TKI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Majene, Sulawesi Barat, Sabtu, 3 November 2018. Foto: Istimewa.

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Majene, Sulawesi Barat, Sabtu, 3 November 2018. Foto: Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno akan mengajak seluruh aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) untuk berembuk soal hukuman mati terhadap tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Hal itu untuk melindungi tenaga kerja Indonesia di luar negeri bisa terlindungi dari hukuman mati.

    Baca juga: Jokowi Minta Pengusaha Muda Berhijrah

    “Kita akan berembuk sama aktivis HAM langkah pasti, cepat agar TKI yang terancam hukuman mati bisa diloloskan,” ucap Sandiaga di Makassar, Ahad, 4 November 2018.

    Ia mencontohkan tiga tahun lalu Prabowo Subianto berhasil membebaskan hukuman Wilfrida dari eksekusi mati di Malaysia. Itu adalah hal yang luar biasa.
    Sehingga ia tak menginginkan kasus serupa terjadi lagi seperti yang dialami Tuti Tursilawati. “Saya menyerukan agar kita bergerak cepat melindungi seluruh warga Indonesia di luar negeri dan Indonesia, jangan sampai kasus Tuti terulang,” tutur dia.

    Menurut Sandiaga, bantuan untuk mengadvokasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri sangat diperlukan. Supaya pemerintah Indonesia tidak terlambat menangani warganya yang terancam hukuman mati. “Jangan sampai kita kecolongan, pastikan semua yang terancam hukuman mati harus cepat dilakukan pembelaan,” kata Sandiaga.

    Terpisah, Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Muhammad Haedir mengatakan pemerintah harus proaktif mengontrol warga Indonesia yang berada di luar negeri. Hal itu agar pemerintah bisa melindungi warganya yang berada di luar negeri.

    Baca juga: Politik Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi

    “Agak aneh kalau pemerintah kita tak tahu jika warganya dieksekusi mati,” kata Haedir.

    Sebelumnya Tuti warga asal Majalengka ini dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi pada Senin, 29 Oktober 2018. Dikabarkan Tuti dieksekusi tanpa ada pemberitahuan pemerintah Indonesia. Tuti ditangkap polisi Arab Saudi pada 12 Mei 2010 atas tuduhan membunuh ayah majikannya, Suud Mulhaq Al Utaibi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.