Jumat, 16 November 2018

Sri Mulyani Irit Bicara Usai Diperiksa Bawaslu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa terkait pelanggaran kampanye di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Jumat, 2 November 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa terkait pelanggaran kampanye di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Jumat, 2 November 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani enggan berkomentar banyak usai diperiksa Badan Pengawas Pemilu terkait dugaan pelanggaran kampanye. Bawaslu memeriksa Sri Mulyani terkait pose satu jari pada penutupan forum Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) di Bali beberapa waktu lalu.

    Sri Mulyani tiba di Bawaslu sekitar pukul 15.10 WIB dan diperiksa hampir dua jam. Saat keluar menjumpai wartawan, Sri Mulyani hanya berkomentar sedikit mengenai pemeriksaan ini.

    Baca: Bawaslu Periksa Menteri Luhut dan Sri Mulyani secara Tertutup

    "Ditanya mengenai penjelasan kejadian pada saat konferensi pers," ujar Sri Mulyani, Jumat, 2 November 2018. Usai berkomentar, ia segera menuju mobilnya dan meninggalkan kantor Bawaslu.

    Bawaslu hari ini memanggil Luhut dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran kampanye pejabat negara yang menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon presiden. Mereka dilaporkan oleh seorang pelapor dari masyarakat, Dahlan Pido, pada 18 Oktober 2018.

    Baca: Diperiksa Bawaslu, Luhut Sebut Pose Satu Jari Aksi Spontan

    Luhut dan Sri Mulyani diduga melakukan kampanye dalam forum internasional. Luhut mengacungkan salam satu jari di depan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. Adapun Sri Mulyani mengatakan satu jari itu untuk Joko Widodo dan dua jari untuk Prabowo Subianto. Maka kedua tamu internasional itu mengacungkan salam satu jari.

    Luhut yang juga diperiksa membantah pose satu jari yang dia lakukan merupakan kampanye. Menurut dia, pose itu adalah aksi spontan ekspresi kegembiraan bahwa Indonesia disebut sebagai negara yang mampu menyelenggarakan forum IMF pada tataran kelas dunia. "Boro-boro mikir kampanye, kami masih sibuk dengan kerja di sana. Semua tidak ada dalam urusan kampanye," kata dia.

    Baca: PAN: Pose Satu Jari Luhut dan Sri Mulyani di IMF Adalah Kampanye


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.