Jumat, 16 November 2018

Sepupu Gus Dur Jadi Juru Bicara Prabowo - Sandiaga

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno (kiri) mengumumkan juru bicara baru di Badan Pemenangan Nasional, yakni Irfan Yusuf (tengah), di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 1 November 2018. Irfan merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama Hasyim Asyari. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno (kiri) mengumumkan juru bicara baru di Badan Pemenangan Nasional, yakni Irfan Yusuf (tengah), di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 1 November 2018. Irfan merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama Hasyim Asyari. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengumumkan juru bicara yang baru bergabung di Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga. Juru bicara baru itu ialah pengasuh Pondok Pesantren Al Farros, Irfan Yusuf.

    "Hari ini saya perkenalkan Gus Irfan sebagai juru bicara baru kami," kata Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 1 November 2018.

    Baca: Terima Dompet Kosong, Sandiaga Janji Perjuangkan Kesejahteraan

    Sandiaga kemudian mempersilakan koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak untuk membeberkan profil Irfan. Dahnil mengatakan Irfan merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama Hasyim Asyari. Irfan adalah anak dari Muhammad Yusuf. Ditilik dari silsilah ini, Irfan merupakan sepupu dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

    Dahnil membeberkan, Irfan merupakan figur yang sangat memahami dunia pesantren dan Nahdlatul Ulama. Nantinya, kata Dahnil, Irfan akan membantu menjelaskan program-program pengembangan pesantren yang digagas koalisi Prabowo kepada publik.

    Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah ini mengatakan koalisi Prabowo berharap kehadiran Irfan membantu gerakan ekonomi pesantren dengan maksimal. "Gus Irfan tentu akan banyak membantu komunikasi Prabowo-Sandi di tingkat akar rumput," ujarnya.

    Baca: Pencarian Ukuran Tempe, Jokowi Versus Sandiaga

    Irfan mengatakan dia bergabung dengan Badan Pemenangan Nasional Prabowo atas ajakan Sandiaga dan Dahnil. Irfan mengaku dia sebenarnya lebih senang mengasuh pesantrennya saja. Namun, dia mengaku terpanggil lantaran menyaksikan kondisi di akar rumput menjelang pilpres 2019.

    Menurut Irfan, pilpres 2019 antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto telah ditarik menjadi kontestasi antara NU dan bukan NU. Irfan pun mengaku ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa NU sebagai organisasi tidak terlibat dalam politik praktis.

    "NU di satu sisi Pak Jokowi, Pak Prabowo bukan NU. Ini yang dikembangkan di bawah-bawah," kata Irfan. "Tidak seperti itu. Jika ada orang NU ikut di pilpres itu secara pribadi."

    Baca: Pesan Aa Gym ke Sandiaga: Rileks Saja Hadapi Pilpres 2019


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.