Jimly Asshiddiqie Sarankan Timses Capres Fokus Promosi Positif

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum ICMI, Jimly Asshidddiqie, memberikan keterangan kepada awak media, di kantor Ikatan Cendiakawan Muslim Indonesia, Jakarta, 9 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua umum ICMI, Jimly Asshidddiqie, memberikan keterangan kepada awak media, di kantor Ikatan Cendiakawan Muslim Indonesia, Jakarta, 9 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengingatkan tim sukses dari kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden agar tak terjebak dalam kampanye negatif dan kampanye hitam. Dia menyarankan kedua kubu berfokus pada kampanye positif.

    Baca: Ketua ICMI: Pembahasan RUU Pesantren Harus Libatkan Semua Pihak

    "Kalau kita mau membangun peradaban demokrasi yang berkebudayaan Pancasila, saya anjurkan perbanyaklah promosi positif calon masing-masing. Enggak usah mikirin calon orang lain," kata Jimly di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.

    Jimly menuturkan, begitu satu pihak membicarakan lawan, perasaan menggelitik untuk mencari kejelekan lawan pasti tak terhindarkan. Kedua pihak akan terjebak dalam debat pendapat yang isinya menyalahkan satu sama selain. Kondisi tersebut bisa berdampak kepada masyarakat dan memicu perpecahan.

    Baca: Jimly Asshiddiqie Minta Masyarakat Jangan Musuhi Eks Anggota HTI

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu terutama mengimbau para tokoh yang tergabung dalam tim sukses. Menurutnya tokoh memiliki pengaruh tersendiri dalam masyarakat. Dia berharap para tokoh tak sembarangan berujar, apalagi menggunakan isu SARA.

    "Tokoh politik tokoh masyarakat yang meskipun tak punya jabatan formal tapi dia itu didengar orang, maka itu kami harapkan jangan memanas-manasi situasi," katanya. Kepada masyarakat, Jimly meminta untuk tak terlalu menganggap serius setiap informasi yang beredar. "Jangan baper atau bawa perasaan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.