Jumat, 16 November 2018

Ke Pesantren, Prabowo: Saya Tidak Kampanye, Cuma Ninggalin Buku

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Prabowo Subianto menyapa perempuan-perempuan yang hadir dalam acara Deklarasi Emas di Lapangan Stadion Klender, Jakarta Timur, 24 Oktober 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    Calon Presiden Prabowo Subianto menyapa perempuan-perempuan yang hadir dalam acara Deklarasi Emas di Lapangan Stadion Klender, Jakarta Timur, 24 Oktober 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengunjungi Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) di Takeran, Magetan, Jawa Timur, Rabu, 31 Oktober 2018. Ia menyatakan maksud kedatangannya tidak untuk berkampanye dan meminta dukungan. Namun, untuk bersilaturahmi kepada para kiai, ustad dan para santri.

    Baca juga: Di Hadapan Santri, Prabowo Cerita Soal Kedekatannya dengan Kiai

    “Saya tidak kampanye. Kalau kampanye minta tolong untuk memilih calon A, B atau C tapi saya tidak. Saya hanya meninggalkan oleh-oleh yaitu buku yang saya tulis," kata Prabowo ketika memberikan sambutan di depan para undangan.

    Menurut dia, buku ‘Paradoks Indonesia’ yang diserahkan ke pengurus pesantren sebanyak 200 eksemplar. Buku itu dinyatakan sebagai hasil pemikiran Prabowo tentang kondisi Indonesia. Sejak dua tahun terakhir buku itu sudah beredar.

    Paradoks, Prabowo mengartikan sebagai kejanggalan. Ketua Umum Partai Gerindra ini menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara ke-6 terkaya akan sumber daya alam di dunia. “Tapi rakyatnya masih banyak yang miskin. Ini suatu kejanggalan," ujar bekas Komandan Jenderal Kopassus ini.

    Informasi yang tertulis dalam buku itu, Prabowo melanjutkan, berdasarkan fakta dan data hitam di atas putih. Sejumlah materi di dalamnya sudah pernah diungkapkan melalui pidato-pidatonya. “Diambil dari pidato saya," ucap dia ketika ditanya wartawan usai silaturahmi di pesantren PSM.

    Baca juga: Saat Prabowo Kecewa Ada Spanduk Kampanye Caleg di Pesantren

    Pimpinan PSM Mitarul Mukminin, menyatakan bahwa sikap politik pondok yang dipimpinnya tetap netral. Namun demikian, ia memiliki kriteria bagi seorang pemimpin bangsa. “Tidak hanya jujur dan baik tapi tegas. Karena dengan ketegasan akan dapat membuat suatu kebijakan bagi negara dan bangsa," ujar Gus Amik, panggilan akrab Miratul Mukminin.

    Disinggung soal buku yang diberikan Prabowo, ia menyatakan belum mengecek keberadaannya. Apabila memang buku-buku itu diperlukan maka akan dibagikan kepada para pengurus dan disimpan di perpustakaan pesantren.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.