Ma'ruf Amin Banggakan Peran Jokowi soal Hari Santri Nasional

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin sibuk menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Tasikmalaya dan Cirebon, pada Senin, 22 Oktober 2018. Hari ini, Ma'ruf menghadiri acara hari santri di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

    Baca: Saat Ma'ruf Amin Menolak Disebut Tua

    Bagi Ma'ruf, perayaan Hari Santri menjadi penting sebagai pengingat peran penting Presiden Jokowi yang membawa Pemerintah mengakui peran santri di dalam usaha kemerdekaan bangsa. Setelah 70 tahun Indonesia merdeka, baru di era Presiden Jokowi lah dilakukan penetapan Hari Santri. Penetapan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2015. “Tak ada Jokowi, maka tak ada Hari Santri Nasional,” ujar Ma'ruf lewat keterangannya pada Selasa, 23 Oktober 2018.

    Belakangan, dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga di pemilihan presiden 2019, memang kerap mengunjungi pesantren untuk bertemu santri dan kiai. Kunjungan-kunjungan tersebut disebut bukan untuk berkampanye, melainkan dengan dalih silaturahmi sekaligus meminta dukungan dan restu.

    Baca: Ma'ruf Amin: Saya Setengah Baya, Tua Itu Usia 60-100 Tahun

    Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago sebelumnya mengatakan, dalam setiap hajatan pemilu suara kalangan santri selalu menjadi rebutan, mulai dari kontestasi tingkat lokal sampai pada level nasional. Hal tersebut, ujar dia, wajar karena ceruk segmen suara santri ini cukup besar dan bisa mendongkrak elektabilitas.

    "Para politisi sangat faham akan keberadaan kaum santri yang secara proporsi sangat besar dan akan sangat mempengaruhi peta politik, sehingga sangat wajar dukungan dari segmen ini memberi kontribusi yang sangat besar terhadap tingkat keterpilihan dalam setiap hajatan konstestasi elektoral," ujar Pangi lewat keterangannya, kemarin.

    Panglima Santri Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan, jumlah suara santri sekitar 10 juta suara. Sehingga wajar menjadi rebutan. "Jadi kalau bisa memegang hati santri, ya, 10 juta suara. Itu baru jumlah konkretnya, belum lagi para alumni-alumninya" ujar Muhaimin Iskandar di Tasikmalaya, pada Senin, 22 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?