Jokowi Minta Timses Jangan Serius-Serius Tanggapi Serangan Lawan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait dengan formasi tim sukses kampanye nasional pilpres 2019 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan Jokowi-Ma'aruf Amin, dan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Bakal calon presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait dengan formasi tim sukses kampanye nasional pilpres 2019 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan Jokowi-Ma'aruf Amin, dan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin, Budiman Sudjatmiko, mengatakan Jokowi meminta pendukungnya tidak selalu menanggapi serangan dari pihak lawan, yakni kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal tersebutdisampaikan Jokowi dalam rapat tertutup di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat pada Senin malam, 22 Oktober 2018.

    Budiman menjelaskan Jokowi meminta para pendukungnya mulai proaktif berbicara ke publik tentang prestasi pemerintah dan apa target ke depannya. "Jadi tidak perlu mengikuti semua isu-isu recehan (seperti) 'tempe setipis ATM'. Itu dibikin guyon saja karena toh orang juga tahu itu tidak serius," kata Budiman ditemui seusai rapat itu.

    Baca: Kumpulkan Jubir dan Influencer, Jokowi Larang Politik Kebohongan

    Budiman menilai cara kubu lawan yang menyerang Jokowi lewat gimik seperti 'Tempe setipis ATM' menunjukkan mereka tidak memiliki kapasitas membahas isu yang lebih serius. "Sehingga kemudian tadi Jokowi mengingatkan enggak usah ditanggapi serius dibikin santai, humor, kami serius justru ketika kami ingin sampaikan apa yang kami mau," ujarnya.

    Namun, kata Budiman, meski enggan menanggapi serangan kubu Prabowo-Sandiaga dengan serius, pihaknya sesekali bakal berkampanye dengan cara menghibur masyarakat. "Tapi yang jelas jangan tanggapi serius isu yang enggak serius mereka buat," kata dia.

    Seusai rapat itu, Jokowi menjelaskan ia sengaja mengumpulkan para juru bicara dan pemengaruh (influencer) untuk memberi arahan agar tidak melakukan politik kebohongan. "Saya sampaikan jangan. Saya ingin pastikan satu satu. Jangan... Jangan... Jangan. Saya ulang-ulang begitu aja," kata dia.

    Baca: Sisa Setahun, Ini Target yang Dikejar Pemerintahan Jokowi - JK

    Jokowi menuturkan pihaknya ingin dalam masa kampanye pemilihan presiden 2019 ini bisa mencerdaskan masyarakat dalam politik. Menurut dia, membuat masyarakat matang dalam berpolitik harus dimulai dengan adu gagasan, program, prestasi dan rekam jejak kandidat yang bertarung.

    Rapat tertutup ini berlangsung sekitar satu jam. Tampak sejumlah sekretaris jenderal partai pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin seperti Arsul Sani (PPP), Johnny G. Plate (NasDem), Raja Juli Antoni (PSI), Ahmad Rofiq (Perindo), dan Lodewijk Freidrich Paulus (Golkar).

    Selain itu, hadir sejumlah politikus pendukung Jokowi seperti Deddy Mizwar, Ahmad Basarah, Adian Napitupulu, Budiman Sudjatmiko, Putra Nababan, Ace Hasan Syadzili, Misbakhun, Lukman Edy, hingga ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Bahlil Lahadalia.

    Baca: Kumpulkan Petinggi Partai Koalisi, Jokowi Bahas Agenda Kampanye


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.