Kunjungi Pesantren Yogyakarta, Ma'ruf Amin: Saya Enggak Kampanye

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Maruf Amin menyampaikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo - Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo - Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Calon wakil presiden Maruf Amin menyampaikan pidato politik dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo - Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo - Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengunjungi Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, Ahad, 14 Oktober 2018. Mengenakan sarung dan kopiah hitam, Ma'ruf Amin tiba di pesantren Krapyak pukul 10.10 WIB. Kedatangannya langsung disambut ratusan santri dan perwakilan dari pondok.

    Baca: Dua Hari di Yogyakarta, Ini yang Akan Dilakukan Ma'ruf Amin

    Kunjungan pasangan Calon Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi ke pesantren Krapyak ini untuk menemui sejumlah tokoh pesantren. Di antaranya Kiai Haji Atabik Ali Maksum, Nyai Ida Fatimah Zainal Abidin, dan Kiai Najib Abdul Qodir.

    "Saya bersilaturahmi dengan para sahabat lama saya, kolega, pengasuh pondok, Alhamdullilah mereka semua menerima, mendoakan dan mendukung saya," kata Ma'ruf di sela kunjungan.

    Ma'ruf mengatakan kunjungannya ke Pondok Pesantren Krapyak bukan dalam rangka kampanye. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menghimbau agar peserta pemilu tidak berkampanye di lembaga pendidikan termasuk pesantren.

    "Saya kalau ke pondok pesantren itu memang enggak pernah kampanye, kebiasaan saya selalu bersilaturahmi ke pondok pesantren," kata Maruf yang disambut riuh tepuk tangan ratusan santri dan tokoh pondok pesantren Krapyak itu.

    Sementara itu, Nyai Ida Fatimah, salah satu tokoh pondok pesantren Krapyak itu menuturkan silaturahmi dengan Ma'ruf Amin ini seperti nostalgia. Mengingatkan kembali, kata dia, persahabatan ketika Ma'ruf masih aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tahun 1998 silam.

    "Kunjungan Kiai Ma'ruf ini seperti reuni saja. Saya yang banyak memberikan pesan. Seperti Kiai Zaenal (suami Ida) almarhum, saat beliau dulu juga dirawuhi (didatangi) Pak SBY, Pak JK, dan tokoh lain," kata Ida. Ida melihat kedatangan Ma'ruf hal yang biasa saja. Sebab, menurut dia, silaturahmi itu merupakan kebiasaan lama Ma'ruf sejak dulu sebelum menjadi cawapres.

    "Beliau secara pribadi memang begitu. Ketika sedang kegiatan di luar minta doa. Ya doa kami semoga beliau selalu sehat, bisa menjalankan tugasnya kalau terpilih sebagai wapres," kata Ida.

    Simak juga: Soal Ekonomi Syariah, Sandiaga: Saya Satu Visi dengan Kyai Ma'ruf

    Pengasuh pondok pesantren Krapyak lain, Kyai Muhtahrom Ahmad menuturkan kunjungan Ma'ruf Amin banyak membahas evaluasi pelaksanaan Hari Santri yang awal pekan lalu sempat dipusatkan di pondok pesantren itu. "Pak Ma'ruf juga banyak menyinggung persoalan ekonomi, nggak ada pembicaraan soal politik apalagi pilpres," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.