Aksi Eks 212, Jejaknya dari Pilkada DKI Hingga Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa dari persaudaraan Alumni 212 melakukan aksi damai di depan Gedung Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta, 6 April 2018. Aksi damai tersebut menuntut proses hukum terhadap Sukmawati Soekarnoputri karena dianggap telah melakukan penistaan agama. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Massa dari persaudaraan Alumni 212 melakukan aksi damai di depan Gedung Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta, 6 April 2018. Aksi damai tersebut menuntut proses hukum terhadap Sukmawati Soekarnoputri karena dianggap telah melakukan penistaan agama. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sikap Persaudaraan Alumni 212 itu juga diikuti oleh kelompok eksponen Aksi 212, GNPF Ulama. Melalui Ijtima’ Ulama Jilid II, kelompok yang dipimpin oleh Yusuf Martak itu mengukuhkan dukungannya kepada Prabowo - Sandiaga. Dalam Ijtima’ Ulama II, Imam Besar FPI Rizieq Shihab meminta para ulama dan pengikutnya menggunakan media dakwah sebagai sarana untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019.

    Simak juga: Ada Eks 212 Dukung Jokowi, Kubu Prabowo ...

    Seruan itu disampaikannya melalui pesan suara dalam persamuhan ulama penggerak demonstrasi eks 212 bertajuk Ijtima’ Ulama II pada Ahad, 16 September 2018, di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta. Rizieq sendiri masih berada di luar negeri. "Jadikan pesantren, majelis, dan mimbar dakwah sarana untuk memenangkan Prabowo dan Sandiaga Uno," kata Rizieq dari seberang telepon.

    Dukungan kepada Prabowo - Sandiaga juga datang dari Forum Umat Islam alias FUI. Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath mengatakan kelompoknya memutuskan mendukung pasangan Prabowo - Sandiaga Uno pada pilpres 2019. Al Khaththath menuturkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo - Sandiaga cukup mewakili suara Islam.

    CAESAR AKBAR | BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.