Senin, 10 Desember 2018

Andi Arief: Pak Prabowo Harus Keluar dari Sarang Kertanegara

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Prabowo Subianto menunjukkan nomor urut untuk pilpres 2019 di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Prabowo, yang berpasangan dengan calon wakil presiden Sandiaga Uno, mendapatkan nomor urut 2. REUTERS/Darren Whiteside

    Calon presiden Prabowo Subianto menunjukkan nomor urut untuk pilpres 2019 di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 21 September 2018. Prabowo, yang berpasangan dengan calon wakil presiden Sandiaga Uno, mendapatkan nomor urut 2. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengkritik calon presiden Prabowo Subianto yang disebutnya lamban dalam berkampanye. Menurut Andi, sikap malas Prabowo memberi kesan bahwa mantan Panglima Kostrad tak serius mengikuti pemilihan presiden atau Pilpres 2019.

    Baca juga: Prabowo: Make Indonesia Great Again

    "Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," cuit Andi pada hari ini, Jumat 12 Oktober 2018.

    Menurut Andi, Prabowo yang notabene mengikuti kontestasi pemilihan presiden harus lebih aktif berkeliling kampanye di penjuru Indonesia. Ia berujar partai pendukung tidak akan bergerak aktif jika Prabowo tak menunjukkan sikap serupa.

    Andi juga mengaku mengerti sikap beberapa pendukung Prabowo yang akan merasa keberatan atas kritik yang ia lontarkan tersebut. Atas hal ini, ia menuliskan, "Tapi percayalah, kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas."

    Waktu enam bulan untuk berkampanye, kata Andi, adalah waktu yang sangat singkat. Dengan waktu yang tersisa, ia menyarankan Prabowo untuk keluar dari rumahnya di Kertanegara.

    "Pak Prabowo harus keluar dari sarang Kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yang sulit ini," ujarnya.

    Baca juga: Tim Sukses Jokowi Tanggapi Pidato Prabowo Soal Ekonomi Kebodohan

    Ia mengatakan saat ini dinilai tepat karena partai-partai pendukung Jokowi sibuk untuk lolos ambang batas parlemen ketimbang mengurus Jokowi.

    "Harusnya Pak Prabowo aktif keliling, menembus Indonesia mendulang suara. Hanya dengan bertemu rakyat maka pintu istana akan terbuka."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.