Sabtu, 20 Oktober 2018

Prabowo: Politik Itu Menang atau Kalah, Bukan Baik atau Buruk

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Pondok Minhajurrosyidin, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Pondok Minhajurrosyidin, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengatakan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang baik telah menghasilkan tradisi turun-menurun untuk mengajarkan apa yang benar dan salah dalam sistem pendidikannya. Menurut dia, ajaran yang demikian tidak berlaku bagi bangsa-bangsa tertentu.

    Baca: Hadiri Rakernas LDII, Prabowo: Saya Tak Datang Minta Dukungan

    "Bangsa-bangsa tertentu tidak mengajarkan right or wrong (benar atau salah), bangsa-bangsa tertentu mengajarkan win or lose (menang atau kalah). Yang penting kau menang bagaimana caranya," kata Prabowo dalam pidatonya di Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

    Prabowo mengatakan persoalan menang atau kalah adalah sebuah realita. Untuk mendukung argumen itu, Prabowo menganalogikan pada seseorang yang hendak mendalami bidang politik. Menurut dia, seseorang yang hendak mendalami bidang politik dengan masuk fakultas ilmu politik sebuah universitas akan kesulitan terpilih menjadi wakil rakyat (legislatif). "Ilmu menang di legislatif itu bukan ilmu salah dan benar, ilmunya adalah menang atau kalah," ujarnya.

    Baca: Timses Jokowi Menilai Pidato Prabowo Meniru Donald Trump

    Prabowo melanjutkan pidatonya itu dengan mengatakan sistem ekonomi Indonesia saat ini telah mengakibatkan suatu fenomena yang ia sebut net outflow of national wealth atau kekayaan nasional yang mengalir keluar. Setelah jutaan komoditas yang dihasilkan Indonesia, kata dia, tak ada kekayaan dari hasil tersebut yang tinggal di negara ini. "Kekayaan keluar tiap tahun. Ini saya lontarkan berapa belas tahun yang lalu dan elite mentertawakan saya dan mengucilkan saya," tuturnya.

    Akibat pernyataan itu, Prabowo mengisahkan, ia ditutup oleh elite-elite itu dari media, tak pernah mendapat kesempatan wawancara. Dengan kehadiran sosial media, kata dia, para elite tak lagi dapat menutup-nutupi pemikiran Prabowo. "Sekarang kalau mereka (media) mau wawancara, malah saya pikir-pikir dulu. Ya kan?" ucap Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.