Senin, 10 Desember 2018

Gamal Albinsaid Beberkan Strategi Kampanye Prabowo - Sandiaga

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Medika, Gamal Albinsaid, di Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Frannoto

    Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Medika, Gamal Albinsaid, di Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter dan pengusaha muda Kepala Perusahaan Indonesia Medika, Gamal Albinsaid, telah memutuskan bergabung dengan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pekan lalu. Gamal menduduki posisi sebagai juru bicara.

    Baca juga: Cerita Gamal Albinsaid Sebelum Putuskan Gabung Tim Prabowo

    Menyambut masa awal kampanye, tugas perdana Gamal adalah menarasikan program-program yang diusung capres dan cawapres nomor urut 02 kepada generasi milenial. "Kami membuat platform untuk menampung aspirasi milenial," kata Gamal saat ditemui di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Selasa pagi, 9 Oktober 2018.

    Platform tersebut berbentuk situs daring atau website. Di situs itu, anak-anak muda bisa menyampaikan keluhan sampai pendapatnya untuk Sandiaga. Gamal memang mengaku Sandiaga memiliki program yang memfokuskan topik untuk para generasi milenial.

    Website itu dirilis belum lama ini. "Kami memakai alamat sobatsandi.id," kata Gamal. Meski telah dirilis, Gamal mengaku belum mengecek kembali berapa jumlah anak muda yang telah menyalurkan aspirasinya.

    Baca juga: Prabowo Gaet Gamal Albinsaid, Si Dokter Sampah

    Saat ditengok Tempo, laman sobatsandi.id ini masih belum sepenuhnya maksimal. Beberapa kanalnya tampak masih kosong.

    Adapun 10 anak muda terpilih akan diundang untuk ngopi bareng Sandiaga dan Gamal Albinsaid. Sedangkan 100 penyalur aspirasi terpilih, menurut dia, suaranya akan diwujudkan menjadi buku. Program semacam sayembara itu berlangsung selama masa kampanye.

    Menurut Gamal, cara ini efektif untuk milenial. Musababnya, dalam kontestasi politik, anak muda emoh dijadikan objek. "Dengan begini, anak muda akan merasa dilibatkan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.