Selasa, 16 Oktober 2018

Tanggapi Survei SMRC, Sandiaga Sebut Cawapres Bukan Ban Serep

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, Ahad pagi, 7 Oktober 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, Ahad pagi, 7 Oktober 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno menanggapi survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyatakan figur kedua cawapres belum mampu mendongkrak elektabilitas calon presiden. Menurut Sandiaga, cawapres harus bekerja keras untuk menyundul angka kemungkinan keterpilihan calon presiden.

    Baca: Sandiaga: Geliat Ekonomi Sekitar Pesantren Dongkrak Pertumbuhan

    "Kalau fungsi kami di sana cuma jadi ban serep dan hanya menjadi pelengkap penderita, berarti bukan fungsi yang diharapkan masyarakat dan konstitusi," ujar Sandiaga saat ditemui dalam acara diskusi bersama milenial di Restoran Bebek Kaleyo Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 8 Oktober 2018.

    Survei SMRC yang disampaikan direktur eksekutif lembaga itu, Djayadi Hanan, pada Minggu, 7 Oktober, menyatakan sosok calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno belum memberikan pengaruh, baik positif maupun negatif, untuk Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Survei teranyar SMRC ini dugelar pada 7-14 September 2018 dengan melibatkan 1.074 dari 1.220 responden.

    Mengaku telah mendengar survei itu, Sandiaga pun berniat akan menggencarkan strategi. Misalnya dengan turun menyapa masyarakat dari berbagai level. Seperti hari ini, kata Sandiaga, ia bertemu dengan kaum milenial untuk menyampaikan materi perihal pengembangan bisnis.

    Dengan turun langsung dan berinteraksi dengan masyarakat, Sandiaga yakin akan memenangkan hati warga. "Kami bisa menangkap aspirasi dan pikiran mereka," kata Sandiaga.

    Baca: Kampanye Hari ke-16, Prabowo - Sandiaga Berkegiatan di Jakarta

    Selain disebut belum mendongkrak elektabilitas capres, Sandiaga juga dikatakan harus berupaya lebih keras untuk mendongkrak angka keterpilihan Prabowo dibandingkan dengan upaya Ma'aruf Amin. Sebab, nilai elektabilitas Jokowi sudah jauh lebih tinggi, yakni mencapai 60,2 persen. Sedangkan elektabilitas Prabowo 28,7 persen.

    Sandiaga luwes menanggapi. Sambil tersenyum, ia mengatakan bahwa ini sudah menjadi takdirnya. Namun, ia yakin dapat memenangkan Prabowo dengan isu yang saat ini gencar ia dengungkan.

    "Saya terbantukan dengan isu ekonomi," kata Sandiaga. Ia melihat ada kesempatan emas bagi kubunya yang fokus menggarap isu ekonomi karena sekarang topik itu tengah naik daun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.