Senin, 10 Desember 2018

Kata Ma'ruf Amin soal Cawapres Belum Pengaruhi Elektabilitas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Maruf Amin menyapa para pendukungnya dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo-Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo-Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Calon wakil presiden Maruf Amin menyapa para pendukungnya dalam acara Deklarasi Perempuan Indonesia untuk Joko Widodo-Maruf Amin (P-IJMA) di Rumah Aspirasi, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018. Deklarasi P-IJMA bertujuan memenangkan suara perempuan Indonesia kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo-Maruf Amin. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin bersikap santai menanggapi survei teranyar lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang menunjukkan kehadiran cawapres belum memiliki dampak signifikan kepada elektabilitas capres.

    Baca: Survei SMRC: Peluang Jokowi Memenangi Pilpres 2019 Menguat

    Ma'ruf pun menyebut, tidak akan ada gebrakan yang akan dia lakukan untuk mendongrak elektabilitas. "Enggak ada gebrakan, ya kita biasa saja," ujar Ma'ruf Amin saat ditemui di Hotel Bintang, Jakarta pada Ahad, 7 Oktober 2018.

    Survei SMRC menunjukkan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin 60,4 persen dan Prabowo-Sandiaga 29,8 persen. Sementara 9,8 persen tidak menjawab.

    Baca: SMRC Sebut Tugas Sandiaga Lebih Berat Ketimbang Ma'ruf Amin

    Unggulnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin didukung oleh tingginya elektabilitas Jokowi yang mencapai 60,2 persen. Sementara Prabowo hanya 28,7 persen. Dengan kata lain, SMRC menyimpulkan kehadiran cawapres belum memiliki efek signifikan terhadap elektabilitas pasangan capres.

    Survei SMRC dilakukan pada 7-24 September 2018 dan melibatkan 1.074 responden dengan multistage random sampling di seluruh Indonesia. Adapun Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar kurang lebih 3,05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (dengan asumsi simple random sampling).

    Baca: Ma'ruf Amin Mengaku Tak Pernah Berkampanye di Pesantren


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.