Senin, 10 Desember 2018

Kampanye Hari ke-16, Prabowo - Sandiaga Berkegiatan di Jakarta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, Ahad pagi, 7 Oktober 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, Ahad pagi, 7 Oktober 2018. TEMPO/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kampanye calon presiden dan wakil presiden hari ke-16, Senin, 8 Oktober, pasangan capres nomor urut 02, Prabowo - Sandiaga Uno kembali berkegiatan di Jakarta. Jadwal Sandiaga lebih padat ketimbang Prabowo.

    Kegiatan Sandiaga dimulai pukul 12.30. Ia menggelar diskusi bersama generasi milenial di Restoran Bebek Kaleyo, Tebet, Jakarta Selatan. Diskusi yang sama pernah digelar beberapa kali. Misalnya saat berkunjung ke Surabaya. Sandiaga sempat menyambangi kegiatan serupa di Satu Atap Coworking Space.

    Baca: Budiman Sudjatmiko: Ratna Sarumpaet untungkan Prabowo - Sandiaga

    Pukul 14.00, mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan bergerak ke Gelora Bung Karno, Senayan. Sandiaga akan menyaksikan kompetisi Asian Para Games cabang olahraga voli antara kontingen Indonesia yang bertanding dengan Irak.

    Malam pukul 21.00, Sandiaga akan menutup kegiatannya dengan Tabligh Akbar Majelis Rasullah SAW di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat.

    Baca:Tak Hadir di Konferensi Pers Prabowo, Sandiaga Pilih Bermeditasi

    Sementara itu, Prabowo akan menerima tamu di rumahnya, Jalan Kertabegara 4, Jakarta Selatan. Setiap Senin, tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga biasanya bertemu di kediaman Prabowo.

    Ahad, 7 Oktober, Prabowo - Sandiaga Uno berkampanye di luar kota. Prabowo menyambangi Pondok Pesantren As-Syafi'iyah Pulo Air di Sukabumi. Sedangkan Sandiaga Uno mengunjungi beberapa pesantren di Jember.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.