Selasa, 16 Oktober 2018

Survei SMRC: Peluang Jokowi Memenangi Pilpres 2019 Menguat

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua calon presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto, menyapa hadirin dalam acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Ahad, 23 September 2018. Dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tampil kompak mengenakan pakaian adat. REUTERS/Darren Whiteside

    Dua calon presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto, menyapa hadirin dalam acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Ahad, 23 September 2018. Dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tampil kompak mengenakan pakaian adat. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting Djayadi Hanan mengatakan peluang Joko Widodo atau Jokowi untuk memenangi pemilihan presiden 2019 menguat. Menurut Djayadi, hal itu terlihat dari jarak perolehan dukungan antara Jokowi dan pesaingnya, Prabowo Subianto, yang melebar.

    Baca: Kunker ke Sumut, Jokowi Dapat Gelar Adat dan Buka MTQ Nasional

    "Jika tidak ada peristiwa luar biasa, Jokowi berpeluang sangat besar terpilih sebagai presiden pada 2019," kata Djayadi di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, 7 Oktober 2018.

    Hasil survei teranyar SMRC mencatat elektabilitas Jokowi mengalami peningkatan dari Mei sampai September 2018. Di sisi lain, elektabilitas Prabowo Subianto justru menurun pada periode yang sama.

    Djayadi merinci, dukungan untuk Jokowi meningkat dari 57 persen pada Mei menjadi 60 persen per September 2018. Sedangkan, suara Prabowo menurun dari 32,2 persen menjadi 28,7 persen.

    Baca: Kelompok Relawan Jokowi - Ma'ruf Amin Diklaim Mencapai 570 Organ

    Menurut Djayadi, tren kenaikan ini penting sebagai indikasi hasil akhir pemilihan presiden 2019. Merujuk tiga kali pemilihan presiden sejak 2004, 2009, hingga 2014, kata Djayadi, calon yang suaranya cenderung unggul dan terus naik akan sulit dikalahkan.

    Kendati dukungan untuk Prabowo menurun, lanjut Djayadi, secara top of mind, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra itu terus meningkat sejak Mei 2018. Popularitas top of mind Prabowo naik, dari 14,9 persen menjadi 21,8 persen.

    Adapun popularitas top of mind Jokowi juga meningkat. Popularitas calon presiden inkumben ini meningkat dari 40,9 persen pada Mei 2018 menjadi 47,4 persen.

    "Sama-sama naik tujuh persen, tetapi selisihnya memang masih jauh sekitar 25-26 persen," kata Djayadi.

    Baca juga: Jokowi Lakukan Aksi Memanah di Pembukaan Asian Para Games 2018

    Survei ini melibatkan 1.074 dari 1.220 responden dengan metode multistage random sampling. Survei dilakukan pada 7-14 September 2018 dengan margin of error plus minus 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.