Selasa, 16 Oktober 2018

Ratna Sarumpaet Digelari Ibu Hoax Indonesia, Ma'ruf Amin Tertawa

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 01, Maruf Amin berkunjung ke Tanah Batak, Sumatera Utara pada hari ini, Jumat, 5 Oktober 2018. Ma'ruf dihadiahi sejumlah cinderamata oleh tokoh adat setempat, mulai dari ulos, kopi Siborong-borong hingga miniatur rumah adat batak. Dok. Istimewa

    Calon wakil presiden nomor urut 01, Maruf Amin berkunjung ke Tanah Batak, Sumatera Utara pada hari ini, Jumat, 5 Oktober 2018. Ma'ruf dihadiahi sejumlah cinderamata oleh tokoh adat setempat, mulai dari ulos, kopi Siborong-borong hingga miniatur rumah adat batak. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin tertawa mendengar ada gelar "Ibu Hoax Indonesia" yang disematkan kepada tersangka kasus penyebar hoax Ratna Sarumpaet. "Ha-ha-ha… itu terserah lah, ya," kata Ma'ruf Amin saat dimintai tanggapan di kediamannya, Jalan Situbondo Nomor 12, Menteng, Jakarta pada Ahad, 7 Oktober 2018.

    Gelar "Ibu Hoax Indonesia" diberikan kepada Ratna Sarumpaet oleh Lembaga Pemilih Indonesia pada Sabtu, 6 Oktober 2018. Piala bertuliskan HOAX kepada perempuan bertopeng wajah Ratna Sarumpaet, menjadi simbol pemberian gelar.

    Baca: Habaib dan Ulama Sambangi Ma'ruf Amin Deklarasikan Dukungan

    Direktur LPI Boni Hargens mengatakan piala itu diberikan kepada Ratna Sarumpaet sebagai "Ibu Hoax Indonesia" untuk mengenang "jasa baik" Ratna dalam membuka kotak pandora kebohongan yang menjadi arus baru politik di tanah air. LPI mengusulkan 3 Oktober sebagai Hari Hoaks Nasional untuk mengingatkan generasi selanjutnya.

    “Bahwa pada satu titik sejarah telah terjadi drama kebohongan terbesar yang mengancam peradaban," ujar Boni di Gado-gado Boplo, Jakarta pada Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Baca: Ma'ruf Amin: Seruan Moral Tak Cukup Hentikan Hoax

    Drama Hoax Ratna Sarumpaet menjadi perbincangan dalam sepekan belakangan. Ratna menyebarkan berita bahwa dirinya dipukuli oleh tiga orang tak dikenal, sehingga wajahnya bengkak dan lebam-lebam. Cerita itu tersebar ketika kubu calon presiden Prabowo Subianto membela Ratna melalui konferensi pers.

    Rabu sore, 3 Oktober 2018, Ratna Sarumpaet mengaku berbohong mengenai cerita penganiayaan yang menimpanya. Ibunda aktris Atiqah Hasiholan itu mengaku tidak pernah dianiaya. Luka lebam di wajahnya bukan karena dipukuli tapi karena melakukan operasi sedot lemak di sebuah rumah sakit khusus bedah di Jakarta.

    Simak: Ma'ruf Amin: Mahathir Mohamad Inspirasi Saya ...

    Selang sehari setelahnya, Ratna ditetapkan sebagai tersangka penyebar hoax dan ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya di Bandara Internasional Soekarno Hatta saat akan berangkat ke Chili. Sejak 5 Oktober 2018, Ratna Sarumpaet resmi ditahan Polda Metro Jaya selama 20 hari. Ma'ruf Amin tidak berkomentar lainnya soal kasus Ratna Sarumpaet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.