Selasa, 16 Oktober 2018

LSI Denny JA: Jokowi Dinilai Bakal Menang Telak di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melayani permintaan foto <i>selfie</i> bersama warga di kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis malam, 27 September 2018. Rencananya, Jokowi membuka Festival Kesatuan Pengelola Hutan Tingkat Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta. Instagram.com/@Kemensetneg.ri-BPMI Setpres

    Presiden Jokowi melayani permintaan foto selfie bersama warga di kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis malam, 27 September 2018. Rencananya, Jokowi membuka Festival Kesatuan Pengelola Hutan Tingkat Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta. Instagram.com/@Kemensetneg.ri-BPMI Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat menilai Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi akan menang telak dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Hal itu tercermin dalam survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia atau LSI Denny JA.

    Baca juga: Survei: Jokowi Paling Konsisten Perjuangkan Pancasila

    "Sebanyak 58,6 persen responden menilai pasangan Jokowi dan Ma'aruf Amin akan menang telak," ujar peneliti LSI, Rully Akbar, saat konferensi pers di kantor mereka, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis, 4 Oktober 2018.

    Persentase responden yang memilih opsi Jokowi menang telak ini berselisih angka sekitar 30 persen dari pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Responden yang memprediksi Prabowo - Sandiaga bakal menang telak jumlahnya hanya 25,7 persen. Adapun 15,7 persen responden lain memilih tak menjawab atau abstain.

    Dalam survei yang sama, Jokowi diramalkan menjadi capres yang paling mampu memperjuangkan Pancasila. Sebanyak 65,8 responden menyatakan Jokowi tak berkompromi untuk memperjuangkan dan mempertahankan Pancasila. Sedangkan untuk variabel yang sama, Prabowo hanya memperoleh suara responden 28,7 persen.

    Baca juga: Survei: Gerakan #2019GantiPresiden Makin ...

    LSI Denny JA juga merilis tentang keinginan publik terhadap presiden. Hasilnya, 85,6 persen mengatakan Indonesia ingin Pilpres 2019 menghasilkan presiden yang kuat. Alasannya, presiden yang kuat akan membuat perekonomian Indonesia stabil. Selain itu, negara tidak akan diperalat oleh kepentingan kelompok.

    Angka hasil survei ini akan terus bergerak sampai masa kampanye kedua capres berakhir pada April nanti. Pilihan publik terhadap para calon pun dimungkinkan berubah bila keduanya mampu memainkan isu program. Sebab, saat ini, isu-isu yang berhubungan dengan primordial tak laku lagi.

    Adapun survei LSI Denny JA ini dilakukan pada 14-22 September 2018 dengan responden berjumlah 1.200 orang. Wawancara untuk survei dilakukan dengan metode tatap muka menggunakan kuesioner. Survei ini dilaksanakan 34 provinsi di Indonesia.

    Survei terbaru LSI digelar untuk mengetahui tingkat kerinduan publik untuk Indonesia yang kuat pada pemilihan umum 2019. Survei itu menghasilkan kesimpulan bahwa Indonesia yang kuat terwujud karena adanya partai politik yang kuat, presiden yang kuat, dan paham kebangsaan yang kuat. Survei juga menyimpulkan pasangan Jokowi dan Ma'aruf Amin paling mungkin menang dalam kontestasi pilpres 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    David Platt di FIFA 1993 hingga Cristiano Ronaldo di FIFA 19

    Inilah deretan cover permainan EA Sport FIFA 1993 yang bersampul David Platt hingga FIFA 19 yang dibungkus gambar Cristiano Ronaldo.