Senin, 10 Desember 2018

Soal Ratna Sarumpaet, Timses Jokowi: Politik Victimisasi itu Kuno

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet saat konfrensi pers terkait berita bohong soal Pengeroyokan yang terjadi pada dirinya, Rabu, 3 Oktober 2018 di Jakarta Timur. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Aktivis Ratna Sarumpaet saat konfrensi pers terkait berita bohong soal Pengeroyokan yang terjadi pada dirinya, Rabu, 3 Oktober 2018 di Jakarta Timur. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin, Johnny G. Plate, memberikan tanggapannya soal kabar bohong (hoax) yang dibuat Ratna Sarumpaet. Menurut Johnny, Ratna telah menggunakan cara berpolitik gaya kuno.

    Baca: Setelah Ratna Sarumpaet Mengaku Bohong, Ini Kata Para Politikus

    "Politik model-model victimisasi (berpura-pura jadi korban) itu politik gaya model kuno yang kontra-produktif dan tidak layak ditampilkan di ruang publik," kata Johnny saat konferensi pers di posko Cemara, Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.

    Johnny menyebut kabar kebohongan Ratna telah berdampak langsung terhadap pemilihan presiden 2019. Alasannya, kata Johnny, Ratna mengadukan cerita penganiayaan yang dirangkainya itu kepada calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

    "Cara-cara berpolitik melalui victimisasi dan penyebaran berita bohong merendahkan kualitas demokrasi kita sekaligus merendahkan martabat bangsa dan negara," ujar Johnny.

    Baca: Prabowo Minta Maaf Ikut Menyuarakan Kabar Bohong Ratna Sarumpaet

    Ratna Sarumpaet sebelumnya mengaku dianiaya tiga orang tak dikenal. Penganiayaan itu disebut terjadi pada Jumat petang, 21 September lalu, di kawasan Bandara Husein Sastra Negara Bandung.

    Ratna kemudian mengadukan penganiayaan itu kepada calon presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais pada Selasa, 2 Oktober 2018. Prabowo pun menanggapi pengaduan Ratna dengan mengatakan bahwa peristiwa yang dialami Ratna disebabkan karena pilihan politiknya yang mendukung capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

    Prabowo juga mencontohkan kejadian yang menimpa Neno Warisman dan Hermansyah. Keduanya menerima tindakan tidak menyenangkan belum lama ini terkait sikap politik mereka yang mendukung Prabowo.

    Baca juga: Timses Jokowi Sebut Kasus Ratna Sarumpaet Proyek Emosi Jiwa

    "Karena tidak ada barang yang hilang dan harta yang dicuri, lalu apa lagi kalau bukan itu (sikap politik)?" ujar Prabowo di kediamannya Jalan Kertanegara 4 Jakarta Selatan, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Sehari setelah mengadu ke Prabowo, Ratna Sarumpaet mengungkap bahwa penganiayaan itu adalah kebohongan. Ia mengaku sengaja menciptakan kebohongan itu.

    "Ternyata saya adalah pencipta hoax terbaik, kebohongan saya telah menghebohkan negeri," ujar Ratna di Jakarta Selatan, Rabu 3 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.