Tiga Ucapan Sandiaga yang Gunakan Gaya Politik Dumbing Down

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengunjungi kampung batik di salah satu sentra batik Pesindon, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa 25 September 2018. Dalam kunjungannya tersebut Sandiaga Uno menyampaikan harapannya agar pemasaran produk batik Pekalongan mendapat perhatian lebih dari kemitraan pemerintah dengan badan usaha setidaknya partisipasi sebanyak 20 persen dari pemerintah dan 80 persen dari pengusaha sehingga dapat dibuka lapangan usaha untuk perajin batik setempat. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengunjungi kampung batik di salah satu sentra batik Pesindon, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa 25 September 2018. Dalam kunjungannya tersebut Sandiaga Uno menyampaikan harapannya agar pemasaran produk batik Pekalongan mendapat perhatian lebih dari kemitraan pemerintah dengan badan usaha setidaknya partisipasi sebanyak 20 persen dari pemerintah dan 80 persen dari pengusaha sehingga dapat dibuka lapangan usaha untuk perajin batik setempat. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur presidential Studies DECODE Fisipol Universitas Gadjah Mada sekaligus pengamat politik, Nyarwi Ahmad, mengatakan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menggunakan gaya komunikasi dumbing down. "Ini tren istilah yang muncul di Eropa dalam 10 tahun ini untuk menyederhanakan kalimat politik yang sangat serius," kata Nyarwi kepada Tempo, Jumat, 28 September 2018.

    Simak: Sandiaga Uno Disebut Gunakan Politik Dumbing Down

    Misalnya, alih-alih mengatakan harga bahan baku yang mahal, Sandiag pernah mengatakan bahwa tempe sekarang setipis kartu ATM. Ucapannya ini kemudian menjadi viral. Berikut tiga perkataan Sandiaga dengan gaya dumbing down:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbandingan Kebutuhan Pria dan Wanita akan Protein per Hari

    Penelitian DRI menyebutkan kebutuhan rata-rata pria akan protein sekitar 56 gram per hari. Mudahnya, dibutuhkan 0,8 gram protein per kg berat tubuh.