Timses Jokowi Sebut Siap Bantu Laporkan Situs Skandal Sandiaga

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situs www.skandalsandiaga.com diselidiki Polda Metro Jaya. Foto/Tempo

    Situs www.skandalsandiaga.com diselidiki Polda Metro Jaya. Foto/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Abdul Kadir Karding mendorong calon wakil presiden Sandiaga Uno untuk segera melaporkan soal situs skandal Sandiaga ke pihak berwajib.

    "Kalau tidak punya waktu dan tenaga, saya juga siap melaporkan ke polisi. Segera dilaporkan supaya tidak terjadi narasi seakan-akan dari sini (yang menyebarkan)," ujar Karding di Posko Cemara, Jakarta pada Selasa malam, 25 September 2018.

    Baca: Reaksi Sandiaga soal Munculnya Situs Skandal Sandiaga

    Menurut Karding, situs seperti itu harus segera diusut agar tidak menimbulkan saling kecurigaan. "Kami mendorong ini dibuka terang-terang, disampaikan ke penegak hukum agar diproses, supaya ketahuan siapa sesungguhnya yang membuat situs itu," ujarnya.

    Adapun anggota tim juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Andre Rosiade menceritakan reaksi Sandiaga Uno sebetulnya biasa saja menanggapi isu tersebut.

    Baca: Jubir Timses: Situs Skandal Sandiaga adalah Kampanye Hitam

    Isu skandal Sandiaga ini mulanya muncul dalam situs beralamat skandalsandiaga.com. Kabar mengenai Sandiaga tersebut ditulis dalam beberapa artikel dan diunggah pertama kali pada 22 September 2018. Dalam laman daring itu, calon wakil presiden pasangan Prabowo Subianto tersebut dikabarkan kerap menjalin hubungan dengan tiga perempuan.

    Atas adanya persoalan ini, Andre mengatakan tim advokasi BPN yang dibawahi oleh politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bakal segera melaporkan tindakan penebar gosip skandal Sandiaga itu ke pihak berwenang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?