Selasa, 16 Oktober 2018

Sandiaga Uno Akan Laporkan Pendukungnya yang Sebarkan Hoax

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bubur Senayan langganan calon wakil presiden Sandiaga Uno di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat, 21 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Bubur Senayan langganan calon wakil presiden Sandiaga Uno di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat, 21 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berjanji menindak tegas pendukung Prabowo dan dirinya, jika terbukti menyebarkan berita bohong atau hoax. Sandiaga mengharap selama kampanye tidak ada satu beritapun yang bohong.

    “Kami tidak ingin ada toleransi sedikit pun terhadap kampanye yang bernuansa hoax,” kata Sandiaga selepas menghadiri acara Deklarasi Kampanye Damao Pemilu 2019, di Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 23 September 2018.

    Baca:Sandiaga: Tempe di Solo Tidak Setipis ATM

    Sandiaga mengatakan, kubunya memiliki tim khusus untuk memantau komentar para influencer dan key opinion leader, untuk memastikan terpenuhinya tiga peraturan. Pertama informasi terverifikasi, kedua informasi bermanfaat, ketiga akan menyinggung kubu lawan atau tidak.

    Ketiga syarat ini menurut Sandiaga sangat penting, demi kampanye yang toleran dan damai. Sandiaga pun mengatakan ia berkomitmen untuk menjadikan kampanye ini mencerahkan, mencerdaskan, menggerakkan, dan juga menggembirakan. “Komitmen terhadap kampanye damai bisa kita gaungkan ke seluruh pelosok negeri,” ujar mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu.

    Baca: Soal Sebutan Sandiaga Ulama, Ini Kata PBNU

    Senada dengan pesan yang disampaikan Ketua KPU, Arief Budiman. Sandiaga Uno juga mengharapkan pemilu 2019 dapat terhindar dari politisasi suku, ras, agama dan antar golongan (SARA), politik uang, dan tidak saling hujat atau menghina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.