Senin, 10 Desember 2018

Jokowi Kenakan Pakaian Adat Bali, Prabowo Pakai Surjan Jawa

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin menyapa masyarakat dengan mengendarai buggy car atau mobil golf di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 23 September 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Ma'ruf Amin menyapa masyarakat dengan mengendarai buggy car atau mobil golf di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Ahad, 23 September 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pasang calon presiden dan wakil presiden 2019, Joko Widodo atau Jokowi - Mar'uf Amin serta Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, kompak mengenakan pakaian adat saat menghadiri acara deklarasi kampanye damai di halaman tugu Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 23 September 2018.

    Baca: Ketua KPU Resmi Membuka Deklarasi Kampanye Damai di Monas

    Jokowi memakai pakaian adat Provinsi Bali, sementara Ma'ruf Amin tetap dengan gaya khasnya, yakni mengenakan setelan jas lengkap dengan peci hitam dan sarung.

    Adapun Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kompak mengenakan pakaian adat Jawa. Perbedaan keduanya adalah Prabowo mengenakan blangkon, sedangkan Sandi memilih kopiah hitam.

    Dalam acara ini, hadir para petinggi partai politik pendukung kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) tampak mengenakan pakaian Gatot Kaca. Sedangkan Sekretaris Jenderal Partai Perindo Ahmad Rofiq mengenakan pakaian adat Palembang.

    Baca: Peserta Deklarasi Kampanye Damai Pilpres 2019 Berpakaian Adat

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih pakaian adat Palembang. Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra mengenakan pakaian adat Melayu. Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan hadir dengan pakaian adat Betawi.

    Acara deklarasi ini turut dihadiri belasan partai politik peserta Pemilu 2019. Mereka melakukan karnaval dengan menggelar arak-arakan dari Lapangan Silang Monas sampai kawasan Patung Kuda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.