Tim Pemenangan Prabowo Bertabur Ulama dan Tokoh Kontroversial

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Satuan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY berpose dengan pasangan capres - cawapres, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, setelah mendaftar di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Akhirnya Partai Demokrat memutuskan berkoalisi dengan pasangan Prabowo dan Sandiaga. TEMPO/Subekti

    Ketua Satuan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY berpose dengan pasangan capres - cawapres, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, setelah mendaftar di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Akhirnya Partai Demokrat memutuskan berkoalisi dengan pasangan Prabowo dan Sandiaga. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai koalisi pemenangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengumumkan telah membentuk Badan Pemenangan Nasional pada Rabu malam, 19 September 2018. Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan sejumlah nama kejutan akan diboyong untuk didaftarkan ke komisi pemilihan umum (KPU) sebagai tim inti kampanye pemenangan.

    Baca: Soal Pilpres, Koalisi Prabowo - Sandiaga Bebaskan Kepala Daerah

    "Ada sekitar 800 nama. Mudah-mudahan kalau tidak ada halangan, besok (hari ini) kami daftarkan ke KPU," kata Eddy kepada wartawan di rumah tim pemenangan, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, pada Rabu malam.

    Eddy mengatakan deretan nama itu masih dirahasikan dan akan diumumkan secara resmi pada Senin, 24 September 2018. Dalam daftar anggota tim pemenangan itu, terdapat nama Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menempati posisi strategis sebagai koordinator juru bicara.

    Dahnil kabarnya telah bersedia mengundurkan diri sebagai PNS. Sejumlah ulama juga dipastikan mendapat tempat di badan pemenangan. Di antaranya Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Yusuf Martak yang juga menjadi penggerak massa 212. Lantas, KH Abdul Rosyid atau putra ulama Betawi legendaris, KH Abdullah Syafi' ie.

    Baca: Nama Koalisi Dicela PSI, Kubu Prabowo: Kritik Tak Substansif

    Adapun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan menjadi dewan pembina badan pemenangan. Kemudian, di jajaran wakil ketua, muncul nama Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, para sekjen partai koalisi; putri Presiden Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri.

    Yenny Wahid, putra Presiden Abduramhan Wahid atau Gusdur, turut disebut. Namun, belum pasti merapat dan masih ditunggu kabarnya. Koalisi Prabowo-Sandiaga menyebut bakal memberikan tempat istimewa kepada putri kedua Gusdur itu.

    Adapun juru debat yang dipastikan telah siap merapat adalah Desi Ratna Sari, aktor Dede Yusuf, serta politikus PKS Ahmad Januli dan Al Muzammil Yusuf. Buni Yani juga dikatakan akan bergabung, tapi posisinya masih dirahasiakan.

    Baca: Kubu Prabowo Usulkan Capres Diberi Waktu 1 Jam Bicara Saat Debat

    Soal struktur, kubu pemenangan Prabowo belum mengumumkan secara pasti. Namun secara garis besar terdiri atas juru bicara, juru debat, dan juru kampanye.

    Sementara itu, soal pemilihan format badan, Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan hal itu adalah permintaan langsung dari Prabowo. Alasannya, kubu pemenanganya menginginkan susunan kesatuan yang lebih utuh dan lengkap ketimbang tim. "Nanti akan ada badan pemenangan tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan kota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.