Senin, 24 September 2018

Survei: Jokowi dan Prabowo Hanya Dongkrak Suara PDIP dan Gerindra

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menerima Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 November 2016. Keduanya sedang menikmati sajian makan siang. Foto Istimewa/Biro Pers Istana Kepresidenan.

    Presiden Joko Widodo menerima Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 November 2016. Keduanya sedang menikmati sajian makan siang. Foto Istimewa/Biro Pers Istana Kepresidenan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Al Faraby, mengatakan figur Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto tidak memberi insentif elektoral terhadap partai pengusung mereka di pilpres 2019. Keduanya hanya memberi efek signifikan bagi partai asal masing-masing, yaitu PDIP untuk Jokowi dan Partai Gerindra bagi Prabowo.

    Baca: Politikus PDIP: Koalisi Jokowi Jangan Terlena Survei Pilpres

    Menurut Adjie, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 yang berlangsung serentak menguntungkan partai utama yang memiliki calon presiden. Pada koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, PDIP adalah partai yang paling kuat asosiasinya.

    Begitu pula untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Gerindra menjadi partai yang paling kuat asosiasinya terhadap pasangan ini. "Karena itu, kedua partai ini, PDIP dan Gerindra, paling potensial menjadi partai utama di pemilihan legislatif 2019 yang mendapat berkah dari capres yang didukungnya," kata Adjie di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

    Baca: Kalah Survei, Gerindra: Prabowo - Sandiaga Konsisten Bela Muslim

    Dalam pilpres 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat dukungan dari PDIP, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Adapun pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat dukungan dari Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

    Berdasarkan survei LSI Denny JA, hanya PDIP dan Gerindra yang perolehan suaranya diprediksi lebih baik ketimbang pemilu 2014. Sedangkan sepuluh partai lainnya (tidak termasuk partai baru) diprediksi mengalami penurunan perolehan suara.

    PDIP pada 2014 meraih 18,95 persen dan diperkirakan akan naik menjadi 24,8 persen. Sedangkan Gerindra sebelumnya mendapat 11,81 persen dan diprediksi naik menjadi 13,1 persen pada 2019.

    Baca: PDIP Tak Akan Terbuai dengan Survei Elektabilitas Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep