Selasa, 20 November 2018

Sebut SBY Minta Jadi Jurkam, Prabowo: Beliau Godfather

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kedua dari kiri) dan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kedua dari kanan) menyambut kedatangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, saat tiba di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta, Rabu, 12 September 2018. Pertemuan tersebut untuk membahas strategi dan teknik kampanye pemenangan dalam pemilihan presiden 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kedua dari kiri) dan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kedua dari kanan) menyambut kedatangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, saat tiba di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta, Rabu, 12 September 2018. Pertemuan tersebut untuk membahas strategi dan teknik kampanye pemenangan dalam pemilihan presiden 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto menjelaskan posisi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di dalam tim pemenangan kampanye pemilihan presiden 2019. Menurut Prabowo, SBY meminta menjadi juru kampanye nasional.

    Baca: Pernah Sebut Jenderal Kardus, Andi Arief Dirangkul Prabowo

    Namun, Prabowo kemudian menambahkan, mantan presiden dua periode itu tidak menempati posisi apapun lantaran levelnya sudah amat senior.

    "Pak SBY, beliau minta jadi jurkam, tapi beliau posisinya sudah enggak ada, karena sudah di atas. Kalau godfather itu sudah di atas," kata Prabowo usai mengadakan pertemuan di rumah SBY, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Rabu malam, 12 September 2018. Pernyataan Prabowo itu mengundang tawa dari para petinggi partai yang hadir.

    Secara umum, godfather dapat diartikan sebagai orang yang berpengaruh dalam gerakan atau organisasi tertentu, dengan cara memimpin atau menjadi inspirasi dalam gerakan itu. "Intinya aku dateng ke sini terus, enggak usah tanya-tanya lagi. Beliau itu mentor saya," kata Prabowo.

    Prabowo melanjutkan, hubungan baiknya dengan SBY bukan hanya lantaran urusan partai. Dia mengatakan relasi dengan SBY merupakan urusan lama yang terjalin sejak puluhan tahun silam. "Bukan urusan partai saja, ini urusan lama. Urusan Magelang ini ceritanya," kata Prabowo sembari tertawa.

    Baca: Tiba di Rumah SBY, Prabowo Hormat dan Sandiaga Cium Tangan

    Prabowo dan SBY memang satu angkatan di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. Keduanya masuk berbarengan di tahun 1970. SBY lulus pada 1973, sedangkan Prabowo satu tahun setelahnya.

    SBY sendiri tak ada saat Prabowo melontarkan gurauan soal urusan Magelang ini. Dalam konferensi pers usai pertemuan itu, Prabowo didampingi Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat sekaligus putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief dan Rachland Nashidik.

    Prabowo datang bertandang bersama bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono. Dalam pertemuan itu, Prabowo mengaku membahas tim dan narasi-narasi yang akan diusung di kampanye pilpres 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.