Selasa, 20 November 2018

10 Daerah Ini Jadi Perhatian Khusus Tim Sukses Jokowi, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kanan ke kiri) Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, bertemu untuk membahas struktur tim kemenangan calon presiden Joko Widodo di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Agustus 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    (Dari kanan ke kiri) Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate, Sekjen Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, bertemu untuk membahas struktur tim kemenangan calon presiden Joko Widodo di Gedung Joang, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Agustus 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Johnny Gerald Plate mengatakan, koalisinya akan memberikan perhatian khusus kepada 10 daerah tempat Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi kalah di pemilihan 2014.

    Baca juga: Survei LSI Denny JA: PDIP Menang Pemilu, Gerindra Posisi Kedua

    "Itu bagian dari analisa internal kami. Sembilan daerah ini akan menjadi perhatian khusus kami," ujar Plate saat ditemui Tempo di kantor pusat KIK, Gedung High End, Jakarta pada Rabu, 12 September 2018.

    Berdasarkan rekapitulasi data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada pemilihan presiden 2014 lalu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah di 10 Provinsi dari pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Di Provinsi Aceh, Jokowi kalah dari Prabowo dengan perolehan 45,61 persen berbanding 54,93 persen.

    Di Sumatera Barat, Jokowi kalah jauh dengan perolehan 23,08 persen sementara lawannya 76,92 persen. Di Riau, Prabowo unggul tipis dengan perolehan suara 50,12 persen berbanding 49,88 persen. Sementara di Sumatera Selatan, Prabowo unggul 51,26 persen berbanding 48,74 persen.

    Di Banten, Prabowo mendapat 57,10 persen sementara Jokowi 42,90 persen. Di Jawa Barat, Jokowi kalah dengan perolehan 40,22 persen dan Prabowo 59,78 persen. Di Kalimantan Selatan keduanya berbeda tipis dengan perolehan 50,05 persen berbanding 49,95 persen.

    Sementara di Nusa Tenggara Barat, Jokowi kalah jauh dari Prabowo di angka 27,55 berbanding 72,45 persen. Begitupula di Gorontalo, Prabowo unggul jauh di angka 63,10 berbanding 36,90 persen. Sementara di Maluku Utara, suara keduanya terpaut 8,9 persen yakni 54,45 persen berbanding 45,55 persen.

    Menurut Plate, peta dukungan telah berubah dalam empat tahun kepemimpinan Jokowi. Terlebih, ujar dia, formasi pimpinan daerah dari tiga kali Pilkada telah berubah dan caleg-caleg baru juga bermunculan mengubah profil basis elektoral. "Semua sudah jauh berubah," ujar Plate.

    Baca juga: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf 52,2 Persen

    Sebelumnya, Wakil Ketua TKN KIK Abdul Kadir Karding mencontohkan, untuk Jawa Barat dan Banten sudah terlihat berubah. Dia juga memprediksi Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan juga bisa berubah. "Berubahnya itu, selain karena Pak Jokowi berpasangan dengan Kiai Ma'ruf Amin, juga pembangunan yang nyata di daerah yang kalah tersebut," ujar Karding.

    Menurut Sekretaris Jenderal PKB ini, politik identitas dan sentimen-sentimen agama sudah tidak laku lagi dimainkan setelah Jokowi berpasangan dengan Ma'ruf Amin. Untuk Banten dimana Jokowi kalah di pilpres 2014 misalnya, Ma'ruf Amin lahir di Tangerang, Banten dan juga cicit dari mantan Imam Besar Masjidil Haram, yakni Syeikh An Nawawi Al Bantani yang sangat dihormati di sana.

    Untuk di Jawa Barat, Gubernur terpilih Ridwan Kamil juga telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi. Begitu pula dengan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih di Sumatera Selatan, Herman Deru-Mawardi Yahya telah menyatakan dukungan kepada Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.