Selasa, 20 November 2018

Kumpulkan Dana, Tim Jokowi - Ma'ruf Gelar Gathering Pengusaha

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait dengan formasi tim sukses kampanye nasional pilpres 2019 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan Jokowi-Ma'aruf Amin, dan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Bakal calon presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait dengan formasi tim sukses kampanye nasional pilpres 2019 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan Jokowi-Ma'aruf Amin, dan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Bendahara Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, koalisinya akan menggelar acara gathering pengusaha untuk mengumpulkan dana kampanye pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin di pemilihan presiden atau Pilpres 2019.

    Baca juga: Tiga Pemilik Media Massa di Barisan Pendukung Jokowi

    "Jadi konsepnya, dalam gathering tersebut, kita akan jualan visi misi dan juga menjelaskan capaian-capaian kinerja dalam empat tahun pemerintahan Pak Jokowi," ujar Trenggono kepada Tempo di bilangan Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu, 12 September 2018.

    Bagi para pengusaha yang ingin menyumbang, ujar Sakti, maka dalam acara tersebut akan dikumpulkan. "Tentu kita akan patuhi batasan-batasan dana sumbangan yang diatur dalam peraturan KPU," ujar dia.

    Menurut Sakti, cara tersebut cukup efektif dan dia tak khawatir akan ada pengusaha yang meminta proyek atau sejenisnya sebagai imbalan jika Jokowi - Ma'ruf menang kelak. "Mestinya enggak ada seperti itu dong, karena kita sampaikan secara transparan dan diketahui publik," ujar dia.

    Baca juga: Kader Demokrat Boleh Dukung Jokowi, Ma'ruf Amin: Alhamdulillah

    Dalam aturan KPU disebutkan, dana kampanye pemilu presiden dan wakil presiden yang bersumber dari partai politik atau gabungan partai politik paling banyak bernilai Rp 25 miliar.

    Dana kampanye pemilu presiden dan wakil presiden yang bersumber dari perseorangan dibatasi maksimal Rp 2,5 miliar, serta dana kampanye dari perusahaan atau badan usaha non-pemerintah dibatasi maksimal Rp 25 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.