Senin, 24 September 2018

Beragam Tanggapan Terkait Demokrat yang Dianggap Main Dua Kaki

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Satuan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY berpose dengan pasangan capres - cawapres, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, setelah mendaftar di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    Ketua Satuan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY berpose dengan pasangan capres - cawapres, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, setelah mendaftar di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat berencana memberikan dispensasi bagi kadernya di empat provinsi untuk mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Padahal Partai Demokrat sebelumnya sudah masuk dalam koalisi partai pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden 2019.

    Baca: Sandiaga Yakin Partai Demokrat Tak Main Dua Kaki di Pilpres 2019

    Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan wacana itu muncul karena tingginya opini dan animo masyarakat serta kader di daerah tersebut untuk mendukung Jokowi. Dia mengatakan Demokrat tengah merumuskan formula agar dianggap tak main dua kaki. “Kami akan carikan formulanya supaya tidak dianggap dua kaki,” kata Ferdinand, Ahad, 9 September 2018.

    Meski baru wacana, rencana Partai Demokrat itu mendapat beragam tanggapan, baik dari koalisi pendukung Jokowi maupun Prabowo.

    Sandiaga Uno

    Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno mempunyai dua pendapat terkait dukungan Demokrat di pilpres 2019. Pertama, menurut dia, keputusan dukungan dalam pilpres harusnya sudah final di dalam dokumen yang ditandatangani secara resmi. Upaya pemenangan dalam pemilihan legislatif, ia melanjutkan, harusnya sejalan dengan upaya pemenangan pemilihan presiden. "Kebijakan partai masing-masing harusnya sejalan," ujarnya.

    Baca juga: Soekarwo Bantah Jadi Pengurus Tim Pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin

    Kedua, Sandiaga mengatakan, kader partai di daerah harusnya tak perlu dibawa ke pusaran pilpres. Menurut dia, fokus kepala daerah adalah membangun wilayahnya. "Apalagi mereka baru saja menyelesaikan pilkada yang dimenangkan dengan susah payah," kata bekas Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

    Ma'ruf Amin

    Bakal calon wakil presiden pasangan Joko Widodo, Ma'ruf Amin mengapresiasi sikap Partai Demokrat yang memberi dispensasi kepada kadernya untuk mendukung Jokowi. Dia bersyukur. “Alhamdulilah, bagi kami itu sikap yang luar biasa,” kata dia.

    Ferry Juliantono

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan koalisi menyerahkan penyelesaian masalah dispensasi itu kepada Demokrat. Dia yakin Demokrat akan total memenangkan Prabowo-Sandiaga. "Kalau ada satu atau dua kasus itu kan harus dikecualikan," kata Ferry.

    Panggi Syarwi Chaniago

    Pengamat politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan sikap politik dua kaki Demokrat merugikan partai koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga. Sikap itu, kata dia, menunjukan Partai Demokrat tidak sepenuh hati mendukung koalisi.

    "Ini menunjukkan adanya bau amis tak sedap bahwa partai Demokrat tidak sepenuh hati atau all out mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno," ujar Pangi.

    DEWI NURITA | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep