Selasa, 20 November 2018

Gerindra Anggap Wajar Perbedaan Dukungan Demokrat dengan Kadernya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi mengunjungi pengungsian korban gempa bumi di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin, 30 Juli 2018. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi mengunjungi pengungsian korban gempa bumi di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin, 30 Juli 2018. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menganggap wajar perbedaan pilihan politik antara partai dan kadernya di daerah seperti yang terjadi pada kasus Partai Demokrat. Menurut dia hal ini merupakan konsekuensi dari pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang digelar berbarengan.

    Ia mengatakan fenomena serupa juga terjadi di koalisi Jokowi - Ma'ruf Amin. Dia mengatakan politikus Partai Golkar Fadel Muhammad yang menyatakan mendukung Prabowo, padahal partai beringin pendukung Jokowi. Partai Golkar bermain dua kaki? “Kan enggak, itu kan persoalan otonom masing-masing partai," ujar Ferry, di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin malam, 10 September 2018.

    Baca:
    AHY: Kami Akan Fokus Memenangkan Partai Demokrat di Pemilu 2019
    Politik Dua Kaki Demokrat Dianggap Terkait Karier Politik AHY

    Menurut Ferry tak hanya Fadel politikus dari Golkar dan partai lainnya di kubu Jokowi yang mendukung Prabowo. Namun, dia menolak menyebut nama-nama lainnya. Saat ditanya apakah Aburizal Bakrie termasuk dalam daftar itu, Ferry pun tak menjawab tegas. Aburizal termasuk satu dari beberapa politikus senior Golkar yang ditemui oleh Sandiaga Uno. "Saya rasa Pak Fadel yang udah terang-terangan," kata Ferry. Namun koalisi Prabowo tidak serta merta mengatakan Partai Golkar mendukung Prabowo - Sandiaga.

    Anggapan Demokrat bermain dua kaki, merebak seiring dengan wacana Demokrat mengizinkan beberapa ketua Dewan Pimpinan Daerah mendukung Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Padahal, Partai Demokrat secara resmi mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada pilpres 2019.

    Baca: Kader Demokrat Boleh Dukung Jokowi, Ma'ruf Amin: Alhamdulillah

    Ferry optimistis politik dua kaki ini tidak dilakukan Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional, dua partai lain yang mengusung Prabowo - Sandiaga. Dia mengklaim kubu Prabowo relatif lebih solid ketimbang koalisi Jokowi.

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief membantah, partainya tak pernah memiliki sejarah berpolitik dua kaki. Dia menuding PKS dan PAN yang pernah memainkan politik dua kaki ini.

    Simak: Sandiaga Yakin Partai Demokrat Tak Main Dua ...

    Politik dua kaki PKS, kata Andi, terjadi semasa Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menjabat presiden. PKS sebagai partai kabinet justru melawan di Dewan Perwakilan Rakyat. Sedangkan PAN disebut bermain dua kaki dengan merapat ke koalisi pemerintahan Jokowi, padahal mengusung Prabowo dan kadernya sendiri, Hatta Rajasa, di pilpres 2014. "Demokrat tidak ada catatan, jangan khawatir," kata Andi melalui akun Twitternya, @AndiArief_ pada Senin, 10 September 2018.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.