Selasa, 20 November 2018

Kata Gerindra Soal Politik Dua Kaki Politikus Partai Demokrat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit (KPB) II, Mathius Awoitauw didampingi sejumlah pengurus Parpol Pengusung Pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal (LUKMEN) saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Jayapura. Foto: Tim Humas LUKMEN

    Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit (KPB) II, Mathius Awoitauw didampingi sejumlah pengurus Parpol Pengusung Pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal (LUKMEN) saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Jayapura. Foto: Tim Humas LUKMEN

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan koalisi Prabowo menyerahkan penyelesaian masalah tentang beberapa politikus Partai Demokrat yang menyatakan dukungan kepada calon presiden Jokowi. "Kalau ada satu atau dua kasus itu kan harus dikecualikan," kata Ferry di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin malam, 10 September 2018. Gerindra yakin Demokrat akan berusaha memenangkan Prabowo - Sandiaga.

    Ferry tak ambil pusing dengan sikap Demokrat yang tidak memecat Ketua DPD Demokrat Papua, Lukas Enembe atau kader lain yang berbeda sikap. Dia mengatakan koalisi menghormati pertimbangan-pertimbangan Demokrat dalam menyikapi kondisi internal itu.

    Baca:
    AHY: Kami Akan Fokus Memenangkan Partai Demokrat di Pemilu 2019
    Politik Dua Kaki Demokrat Dianggap Terkait Karier Politik AHY

    Anggapan Demokrat bermain dua kaki, merebak seiring dengan wacana Demokrat mengizinkan beberapa ketua Dewan Pimpinan Daerah mendukung Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Padahal, Partai Demokrat secara resmi mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada pilpres 2019.

    Partai Demokrat memang mempertimbangkan dispensasi kepada kadernya di daerah untuk mendukung Jokowi. Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan pertimbangan ini didasarkan pada tingginya animo dan aspirasi kader untuk mendukung Jokowi.

    Baca: Kader Demokrat Boleh Dukung Jokowi, Ma'ruf Amin: Alhamdulillah

    Menurut Ferdinand, salah satu daerah yang besar kemungkinan diberi dispensasi adalah Papua. Hasil rapat koordinasi daerah di provinsi ujung timur itu beberapa waktu lalu, kata dia, menunjukkan 92 persen kader meminta koalisi dengan Jokowi. Gubernur Papua, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat, Lukas Enembe menyatakan bakal mendukung Jokowi.

    Ferdinand mengatakan Demokrat tak akan memberi sanksi untuk Lukas. Partai kemungkinan hanya akan meminta Lukas agar tak 'terlalu bersemangat' sehingga menimbulkan kesan seolah bertentangan dengan kebijakan Demokrat mengusung Prabowo - Sandiaga di pilpres 2019.

    Simak: Bungkus Tiga Juta Suara, 4 Kader Demokrat ...

    Ferry menilai dukungan seorang kepala daerah tak bisa dianggap menggambarkan keseluruhan suara. Gerindra menghormati pertimbangan soal kekhasan atau kekhususan, sehingga tidak bisa menganggap Demokrat tidak sepenuh hati mendukung koalisi Prabowo. “Enggak gitu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.