Selasa, 20 November 2018

Diajak Masuk Tim Sukses Prabowo, Begini Jawaban Yenny Wahid

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mencium tangan istri mendiang Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid disaksikan oleh putrinya, Yenny Wahid (tengah, berkerudung biru) di Jalan Al Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin, 10 September 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mencium tangan istri mendiang Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid disaksikan oleh putrinya, Yenny Wahid (tengah, berkerudung biru) di Jalan Al Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin, 10 September 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri kedua mantan presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Zanubba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid, mengaku ditawari menjadi bagian dari tim pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden 2019. Tawaran itu disampaikan Sandiaga saat bertandang ke kediaman almarhum Gus Dur, Jalan Al Munawaroh, Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin, 10 September 2018.

    Selain ditawari kubu Prabowo - Sandiaga, Yenny menuturkan juga ada ajakan untuk bergabung dari tim sukses Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. "Ajakan dari kedua belah pihak sudah ada. Ini Pak Sandi tadi (menawarkan)," ujarnya.

    Baca: Djoko Santoso Akan Ajak Buni Yani Masuk Timses Prabowo

    Atas dua tawaran itu, Yenny belum memutuskan bergabung dengan kubu mana pun. Yenny berujar keluarga Gus Dur saat ini masih terbuka terhadap kunjungan-kunjungan dari semua pasangan bakal calon presiden.

    Calon presiden inkumben Joko Widodo berkunjung ke kediaman Gus Dur, Jumat, 7 September 2018 . Menurut Yenny, Prabowo juga dijadwalkan berkunjung dalam waktu dekat. Aktivis Nahdlatul Ulama ini mengatakan menitipkan pesan yang sama untuk dua pasangan calon.

    Pesan-pesan itu menyangkut kebinekaan dan toleransi. "Jadi kami menghormati semua proses yang sedang terjadi, komunikasi dan dialog, menitipkan aspirasi kepada semua calon yang berlaga," ucap Yenny.

    Simak: Sandiaga Uno Sebut Tim Sukses Bakal Diumumkan 20 September

    Jika semua kandidat sudah bertandang, kata Yenny, barulah dia akan menimbang ke kubu mana akan bergabung. Yenny mengaku akan salat istikharah lebih dulu untuk meminta petunjuk. Tak lupa, Yenny juga akan meminta pandangan dan restu ibundanya, Sinta Nuriyah Wahid. "Saya akan konsultasi dengan ibunda saya, pada akhirnya beliau mengizinkan yang mana. Jangan-jangan enggak dikasih izin," tuturnya sembari tertawa kecil.

    Yenny berharap sang ibu memberikan izin. Menurutnya, izin seorang ibu akan membuatnya leluasa menetapkan pilihan kepada salah satu pasangan calon. "Ibunda saja sebagai pihak yang mungkin dianggap lebih netral, sementara anak-anaknya bolehlah mungkin membantu salah satu calon," katanya.

    Lihat: Wasekjen Demokrat Sebut AHY Bakal Jadi Jurkam Prabowo - Sandiaga

    Ditemui terpisah, Sandiaga Uno tak menjawab secara tegas saat ditanya apakah dirinya mengajak Yenny masuk ke tim pemenangan. Dia hanya berujar tak ingin ada tarik-menarik dalam proses perekrutan tim pemenangannya dan Prabowo. Sandiaga menuturkan Prabowo menginstruksikan agar persoalan tim pemenangan tak jadi ibarat transfer pemain sepak bola.

    "Saya tidak dalam posisi mengundang, tapi kan Mbak Yenny sebagai bagian dari keluarga Gus Dur, yang terus mencetak pejuang-pejuang keberagaman, toleransi, dan tokoh-tokoh bangsa. Mungkin lebih tepat Mbak Yenny Wahid merawat keberagaman ini," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.