Selasa, 20 November 2018

Pengamat: Partai Demokrat akan Lebih Untung Jika Jokowi Menang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Satuan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY turut mengantar pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, ke kantor KPU, Jumat, 10 Agustus 2018. Partai Demokrat termasuk partai yang mendukung pasangan ini untuk maju dalam pilpres 2019. Tempo/Syafiul Hadi

    Ketua Satuan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY turut mengantar pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, ke kantor KPU, Jumat, 10 Agustus 2018. Partai Demokrat termasuk partai yang mendukung pasangan ini untuk maju dalam pilpres 2019. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai Partai Demokrat akan lebih diuntungkan jika pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin menang ketimbang pasangan Prabowo - Sandiaga Uno. "Tidak strategis bagi Demokrat, bagi AHY, kalau Prabowo-Sandi menang," ujar Qodari saat dihubungi Tempo, Senin, 10 September 2018. Hal ini, melihat situasi kader Demokrat di beberapa daerah mendukung pasangan inkumben.

    Menurut Qodari, jika Prabowo dan Sandi menang, maka Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY akan sulit mendapatkan panggung politik ke depan.
    Jika  Prabowo menang pada 2019, diperkirakan akan maju lagi pada 2024. Berikutnya, pada 2029 ganti Sandiaga yang maju. Kalau Sandiaga terpilih 2029, ia bisa maju lagi pada 2034. “Jadi empat kali pemilu, 20 tahun ke depan, AHY gigit jari," ujar dia.

    Baca:
    Kader Partai Demokrat di 4 Provinsi Dibolehkan ...
    Kader Demokrat di Daerah Tidak Solid Dukung ...

    Dengan adanya kader yang mendukung Jokowi, Demokrat, khususnya AHY akan dilirik. AHY, kata dia, bisa dilirik untuk jadi menteri dalam kabinet Jokowi. Demokrat masih menyimpan harapan. “Kalau Jokowi menang, Demokrat akan diakomodasi di kabinet, minimal AHY tetap digandeng."

    Menurut Qodari, akan lebih menguntungkan bagi Demokrat dan AHY bila  Jokowi dan Ma'ruf Amin yang menang. Sebab, Jokowi sudah tak punya kesempatan maju kembali, sedangkan Ma'ruf sudah terlalu senior dan bukan kader partai. AHY akan rugi besar kalau Prabowo dan Sandi yang menang. “Sama dengan menutup atau membunuh karier politiknya sendiri."

    Baca:SBY Bakal Sampaikan Pidato Politik di Puncak ...

    Qodari berpendapat, ada ketidaknyamanan Partai Demokrat dalam proses koalisi yang terjadi dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Menurut dia, Demokrat kecewa dengan proses koalisi namun tak memiliki pilihan lain. "Mau balik ke Jokowi sudah susah, waktunya juga sudah mepet, tetapi dengan Prabowo juga tak happy," ucapnya.

    Belakangan, Demokrat sedang menimbang kebijakan khusus berupa pemberian dispensasi bagi kadernya di empat provinsi untuk tetap mendukung Jokowi pada Pileg dan Pilpres 2019. Mereka tak diwajibkan menyuarakan dukungan pada Prabowo - Sandiaga Uno, meski secara resmi Demokrat berkoalisi dengan pasangan ini.

    Simak: Harapan Kader di Ultah SBY dan Demokrat Hari Ini

    Sejumlah politikus Partai Demokrat di daerah yang menyuarakan dukungan kepada calon pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin antara lain: Ketua Pengurus Demokrat Provinsi Jawa Timur, Soekarwo; Ketua Majelis Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, Deddy Mizwar; Ketua Pengurus Demokrat Provinsi Papua, Lukas Enembe; dan Ketua Pengurus Demokrat provinsi Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang Zainul Madji

    SYAFIUL HADI | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.