Senin, 24 September 2018

Surya Paloh Sebut Gerakan #2019GantiPresiden Kurang Pantas

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) menjawab pertanyaan media setelah melakukan pertemuan dengan mantan Ketua KPK, Abraham Samad, di kantor DPP NasDem, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. Surya mengaku menggoda Abraham dengan kemungkinan maju dalam pemilihan presiden 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) menjawab pertanyaan media setelah melakukan pertemuan dengan mantan Ketua KPK, Abraham Samad, di kantor DPP NasDem, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. Surya mengaku menggoda Abraham dengan kemungkinan maju dalam pemilihan presiden 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh mengatakan gerakan #2019GantiPresiden kurang pantas didengungkan di tengah-tengah masyarakat. Menurut dia, gerakan tersebut dapat menyakiti pihak-pihak yang berbeda pilihan politiknya.

    Baca: Kata Ma'ruf Amin Soal Air Zam-zam Berlabel #2019GantiPresiden

    "Kurang pantas dan kurang patutlah, dapat menyakiti perasaan orang," ujar Surya Paloh di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu 1 September 2018.

    Paloh menuturkan gerakan #2019GantiPresiden sejatinya merupakan konsekuensi dari mode dan sistem demokrasi di Indonesia. Namun, kata ia, tidak semua hal dapat didasarkan dengan azas legalistik dan formalitas dasar-dasar hukum.

    Baca: Polisi: #2019GantiPresiden Tak Masalah Asalkan Tidak Ditolak

    "Pendekatan yang tidak kalah penting ialah pendekatan budaya, asas kepantasan dan kepatutan. Jangan seakan-akan semuanya boleh dan tidak karena aturan undang-undang," katanya.

    Sejumlah relawan membentangkan spanduk saat Deklarasi Akbar Relawan #2019GantiPresiden di depan pintu barat daya Monas, Jakarta, 6 Mei 2018. Dalam kegiatan tersebut, para relawan membacakan aspirasi yang menyatakan siap mengawal jalannya Pemilu 2019 agar tertib dan lancar, sehingga terwujudnya 2019 Ganti Presiden. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum NasDem itu mengatakan siapa pun hendaknya tidak boleh sombong, seakan-akan dirinya paling hebat, paling bersih, dan paling mengerti dalam membedakan benar dan salah. Menurut ia, sikap yang demikian dapat membuat seseorang abai terhadap azas etika, kepantasan, dan kepatutan.

    Baca: Inisiator: Semakin Ditekan, #2019GantiPresiden Semakin Besar

    Menanggapi adanya pro dan kontra terhadap gerakan #2019GantiPresiden yang terjadi di beberapa tempat berakhir ricuh, Surya Paloh mengatakan hal itu sebenarnya tak perlu terjadi. "Tidak perlu terjadi kalau semua pihak punya ukuran seperti itu, nah ini enggak cocok, ini bikin sakit hati," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep