Survei Alvara, Pemilih PKS Tak Solid Mendukung Prabowo - Sandiaga

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bergandengan tangan dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri setelah melakukan pertemuan di DPP PKS, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Pertemuan tersebut untuk membahas hasil dari penyampaian Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang menunjuk Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019 serta Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan ustad Abdul Somad sebagai cawapres. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bergandengan tangan dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri setelah melakukan pertemuan di DPP PKS, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Pertemuan tersebut untuk membahas hasil dari penyampaian Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang menunjuk Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019 serta Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan ustad Abdul Somad sebagai cawapres. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta- Hasil survei Alvara Research Center menunjukkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) paling tidak solid mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pemilihan presiden 2019. Survei tersebut menunjukkan hanya 53,3 persen pemilih PKS yang menyatakan bahwa pasangan Prabowo - Sandiaga mencerminkan aspirasi mereka di pilpres 2019.

    "Dalam hal ini, pemilih Partai Gerindra dan PAN (Partai Amanat Nasional) yang paling solid dan PKS yang paling tidak solid," ujar CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali di Hotel Oria, Jakarta, Ahad, 26 Agustus 2018.

    Baca: Survei Alvara: Selisih Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Mengecil

    Sebanyak 87,5 persen pemilih Gerindra, menurut survei itu, menyatakan bahwa Prabowo-Sandiaga mencerminkan aspirasi mereka. Pemilih PAN yang menyatakan hal serupa sebanyak 72,5 persen, dan pemilih Demokrat 63,9 persen. Namun pemilih PKS hanya 53,3 persen menyatakan hal yang sama.

    Menurut Hasanuddin tinggi rendahnya persentase tidak terlepas dari dinamika penentuan calon wakil presiden Prabowo. Sampai detik terakhir, PKS masih tetap kukuh agar kandidat cawapres Prabowo berasal dari PKS atau setidaknya dari rekomendasi "Ijtima' Ulama." Namun, setelah melalui drama yang cukup panjang, Prabowo akhirnya memilih Sandiaga Uno. "Meski PKS akhirnya tetap mengusung Prabowo, pemilih menganggap wakilnya tak sesuai aspirasi," ujar dia.

    Di kubu Jokowi pun ternyata pemilih tak sepenuhnya solid. Hasil survei Alvara, pemilih PDI Perjuangan dan Partai NasDem yang paling tinggi yang menyatakan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mencerminkan aspirasi mereka. Sedangkan PKB dan PPP paling rendah.

    Simak: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf 52,2 Persen

    Persentasenya, PDI Perjuangan 95,7 persen, Partai NasDem 81,4 persen, Golkar 71,8 persen, PKB 60,5 persen dan PPP 52,1 persen. "Pemilih PKB dan PPP paling tidak solid. Hal ini tidak terlepas dari Jokowi yang tidak memilih ketua umum partai mereka jadi wakil," ujar dia.

    Survei 
    Alvara dilakukan pada 12-18 Agustus 2019. Metode yang digunakan adalah multi-stage random sampling dengan melibatkan 1.500 responden. Rentang margin of error sebesar 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.