Survei: Jokowi - Ma'ruf Kuasai Jawa, Prabowo - Sandiaga Sumatera

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sigi Sebut Prabowo Pesaing Terkuat Jokowi

    Sigi Sebut Prabowo Pesaing Terkuat Jokowi

    TEMPO.CO, Jakarta - Alvara Research Center merilis hasil survei elektabilitas Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo - Sandiaga Uno di pemilihan presiden 2019. Hasilnya, pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin unggul dengan perolehan 53,6 persen sementara Prabowo - Sandiaga memperoleh 35,2 persen. Adapun undicided voters sebesar 11,2 persen.

    Baca juga: Soal Menteri-menteri di Tim Kampanye Jokowi - Ma'ruf, Ini Kata JK

    Secara khusus, Alvara merinci hasil survei berdasarkan wilayah Sumatera dan Jawa. Daerah ini akan menyumbang suara sebesar 78,5 persen bagi paslon di pemilihan presiden 2019. Hasilnya, pasangan Prabowo - Sandiaga unggul di Pulau Sumatera, sementara pasangan Jokowi - Ma’ruf Amin unggul di Pulau Jawa.

    "Jokowi - Ma'ruf kalah di Sumatera dengan perolehan 41,0 persen berbanding 48,9 persen dan undicided voters sebesar 10,2 persen," ujar CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali di Hotel Oria, Jakarta pada Ahad, 26 Agustus 2018.

    Sebaliknya, lanjut Hasanuddin, Prabowo - Sandiaga kalah dari Jokowi - Ma'ruf di Pulau Jawa dengan perolehan 61,7 persen berbanding 27,5 persen, sementara undicided voters sebesar 10,9 persen.

    Baca juga: Nama Ketua Masih Kosong, Ini Daftar Tim Kampanye Jokowi - Ma'ruf

    Menurut analisis Hasanuddin, tidak banyak peta dukungan yang berubah dari pemilihan presiden 2014. Sebab, calon presiden yang maju di pilpres 2019 sama dengan di pilpres 2014. Pada 2014 lalu, Prabowo banyak unggul di wilayah Sumatera seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau dan Sumatera Selatan.

    Survei teranyar dari Alvara ini dilakukan pada 12-18 Agustus 2019. Metode yang digunakan adalah multi-stage random sampling dengan melibatkan 1.500 responden. Rentang margin of error sebesar 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.