Survei LSI: Jokowi Unggul di Kalangan Pemilih Muslim

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin memberikan keterangan pers tentang menjaga keutuhan bangsa dalam bingkai NKRI di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017. Jokowi secara resmi mendeklarasikan Maruf sebagai calon wakil presiden pendampingnya di Jakarta, Kamis malam, 9 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin memberikan keterangan pers tentang menjaga keutuhan bangsa dalam bingkai NKRI di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017. Jokowi secara resmi mendeklarasikan Maruf sebagai calon wakil presiden pendampingnya di Jakarta, Kamis malam, 9 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil sigi Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan pasangan Joko Widodo alias Jokowi - Ma'ruf Amin unggul dari pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno atas pemilih muslim. Jokowi dan Ma'ruf unggul di lima kategori pemilih muslim di Indonesia.

    "Jokowi - Ma'ruf lebih dipilih oleh pemilih muslim di semua kategori," ujar peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, kepada awak media di kantornya, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018. Jokowi unggul di enam kategori pemilih muslim, yakni kategori asosiasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas), pandangan agama dan politik, tipe negara ideal, frekuensi praktik beribadah, serta tokoh panutan.

    Baca:
    Survei Alvara: Jokowi Ungguli Prabowo di 3 ...
    Survei Alvara di Jawa Barat: Prabowo Ungguli ... 

    Survei tentang pemilih muslim ini dilakukan LSI Denny JA pada 12-19 Agustus 2018 di 33 provinsi di Indonesia. Sigi ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error lebih-kurang 2,9 persen.

    Dalam kategori asosiasi pada ormas Islam, Jokowi menang dukungan di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. "Di segmen NU, Jokowi unggul 54,7 persen dibanding Prabowo 27 persen," ucap Rully. Di Muhammadiyah, kata dia, Jokowi dan Ma'ruf juga unggul dengan angka 50 persen atas Prabowo dan Sandi 35,7 persen.

    Baca: Survei Alvara, Elektabilitas Jokowi Ungguli ... 

    Prabowo - Sandiaga menang di lingkungan pemilih muslim dengan segmen ormas Persaudaraan Alumni (PA) 212, kelompok yang menuntut mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dihukum atas kasus penistaan agama. "Di segmen PA 212, Prabowo unggul di angka 61,1 persen dibanding Jokowi dengan 27,8 persen," tutur Rully.

    Rully mengatakan, di kategori pandangan agama dan politik harus disatukan dalam satu kesatuan, Jokowi dan Ma'ruf juga unggul 54,3 persen dari Prabowo dengan 32,4 persen. Dalam segmen yang menyatakan agama harus dipisahkan dengan politik, mayoritas responden juga memilih Jokowi dengan 60,5 persen dan Prabowo 28,7 persen.

    Baca: Survei LIPI: Pemilih PAN dan Demokrat ...  

    Kategori ketiga dengan segmen tipe ideal negara, yaitu negara Islam, demokrasi liberal, dan demokrasi Pancasila, juga mayoritas mengarahkan dukungan ke Jokowi. Pemilih demokrasi Pancasila mendukung Jokowi 54,2 persen dan Prabowo 30,4 persen. Sedangkan pemilih Indonesia seperti negara Islam mendukung Jokowi 43,5 persen dan Prabowo 38,8 persen. "Pendukung demokrasi liberal memilih Jokowi - Ma'ruf sebesar 48 persen dam Prabowo - Sandiaga dengan 16 persen," kata Rully.

    Di kategori pemilih dengan frekuensi praktik ibadah salat dan mengaji, responden juga masih lebih memilih Jokowi dan Ma'ruf. Sedangkan kategori berdasarkan tokoh ulama yang paling didengar, Jokowi - Maruf dipilih lebih banyak pendengar lima tokoh agama, yang didengar pemilihnya, dibandingkan dengan Prabowo - Sandiaga.

    Simak: Survei Alvara: Jokowi Kalahkan Elektabilitas ... 

    Dari beberapa tokoh, menurut Rully, pendengar Abdul Somad lebih banyak memilih Prabowo dengan 41,7 persen. Selain itu, Prabowo - Sandiaga dipilih pendengar Rizieq Shihab dan Amien Rais masing-masing 64,3 persen dan 63,8 persen.

    Survei juga menunjukkan Jokowi - Ma'ruf akan banyak dipilih pendengar Yusuf Mansur 49,3 persen dan pendengar Ma'ruf Amin 77,5 persen. Jokowi dan Ma'ruf dipilih para pendengar tokoh agama Said Aqil Siradj, Din Syamsuddin, serta Tuan Guru Bajang M. Zainul Majdi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.