Ganti Pasangan di Pilpres 2019, Peta Dukungan Jokowi Berubah

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan bakal capres dan cawapres, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin tiba di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto untuk mengikuti tes pemeriksaan kesehatan pada Ahad, 12 Agustus 2018. ANTARA

    Pasangan bakal capres dan cawapres, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin tiba di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto untuk mengikuti tes pemeriksaan kesehatan pada Ahad, 12 Agustus 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Abdul Kadir Karding menyebut, dalam pemilihan presiden 2019 nanti, peta dukungan untuk calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi akan berubah. Hal itu seiring dengan bergantinya pasangan Jokowi, sebelumnya dengan Jusuf Kalla dan sekarang menggandeng Ma'ruf Amin.

    Baca: Timses Jokowi Yakin Ida Fauziyah Bisa Dongkrak Suara di Jateng

    "Pasti berubah dan sekarang sudah banyak kelihatan yang berubah," ujar Karding kepada Tempo di Posko Cemara, Jakarta pada Kamis malam, 23, Agustus 2018.

    Berdasarkan rekapitulasi data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada pemilihan presiden 2014 lalu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah di 10 Provinsi dari pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

    Baca: Pilih Ma'ruf Amin, Ini 3 Kantong Suara yang Tinggalkan Jokowi

    Di Provinsi Aceh, Jokowi kalah dari Prabowo dengan perolehan 45,61 persen berbanding 54,93 persen. Di Sumatera Barat, Jokowi kalah jauh dengan perolehan 23,08 persen sementara lawannya 76,92 persen. Di Riau, Prabowo unggul tipis dengan perolehan suara 50,12 persen berbanding 49,88 persen. Sementara, di Sumatera Selatan, Prabowo unggul 51,26 persen berbanding 48,74 persen.

    Di Banten, Prabowo mendapat 57,10 persen sementara Jokowi 42,90 persen. Di Jawa Barat, Jokowi kalah dengan perolehan 40,22 persen dan Prabowo 59,78 persen. Di Kalimantan Selatan keduanya berbeda tipis dengan perolehan 50,05 persen berbanding 49,95 persen. Sementara, di Nusa Tenggara Barat, Jokowi kalah jauh dari Prabowo di angka 27,55 berbanding 72,45 persen. Begitupula di Gorontalo, Prabowo unggul jauh di angka 63,10 berbanding 36,90 persen. Sementara di Maluku Utara, suara keduanya terpaut 8,9 persen yakni 54,45 persen berbanding 45,55 persen.

    Baca: Kubu Jokowi - Ma'ruf Amin Antisipasi Berkurangnya Dukungan Suara

    Karding mencontohkan, untuk Jawa Barat dan Banten sudah terlihat berubah. Dia juga memprediksi Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan juga bisa berubah. "Perubahan itu terjadi selain karena Pak Jokowi berpasangan dengan Kiai Ma'ruf Amin, juga pembangunan yang nyata di daerah yang kalah tersebut," ujar Karding.

    Menurut Sekretaris Jenderal PKB ini, politik identitas dan sentimen agama sudah tidak laku lagi dimainkan setelah Jokowi berpasangan dengan Ma'ruf Amin. Ia mencontohkan, pada pilpres 2014, Jokowi kalah di Banten. Namun, pada pilpres 2019, hasilnya akan berbeda. Sebab, Ma'ruf Amin lahir di Tangerang, Banten dan juga cicit dari mantan Imam Besar Masjidil Haram, yakni Syeikh An Nawawi Al Bantani yang sangat dihormati di sana.

    Baca: Jokowi - Ma'ruf Unggul di Emak-emak, Sandiaga: Harus Kerja Keras

    Di Jawa Barat, dia melanjutkan, gubernur terpilih Ridwan Kamil telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi. Begitu pula dengan pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih di Sumatera Selatan, Herman Deru-Mawardi Yahya juga telah menyatakan dukungan kepada Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.