PAN Menjamin Tak Akan Gunakan Politik Identitas di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan FPI, Rizieq Syihab, bertemu Amien Rais di Arab Saudi, 14 Juni 2017. Foto: Pengacara Rizieq

    Pimpinan FPI, Rizieq Syihab, bertemu Amien Rais di Arab Saudi, 14 Juni 2017. Foto: Pengacara Rizieq

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyatakan bahwa partainya menjamin tidak akan menggunakan politik indentitas di pemilihan presiden 2019. "Kami sebagai partai menjamin tidak akan mengusung agenda politik identitas," ujar Eddy Soeparno saat ditemui Tempo di kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan pada Rabu, 22 Agustus 2018.

    Kalaupun nantinya calon presiden dan calon wakil presiden usungan PAN didukung oleh kelompok agama tertentu, ujar dia, bukan berarti koalisi akan mengusung agenda berbau politik indentitas. "Saya kira masyarakat saat ini sudah jengah dengan hingar-bingar politik yang tidak solutif. Masyarakat juga sudah sangat cerdas memilih," ujar dia.

    Baca: 
    Bantah Gunakan Politik Identitas, Gerindra Akan ...Azyumardi Azra: Politik Identitas Tak Efektif di ... 

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memang kerap tampak mesra dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Bersama Rizieq, Amien getol menyuarakan koalisi keumatan yang disebut akan didukung gelombang umat.

    Koalisi yang digawangi Amien Rais ini pun sempat mendapatkan dukungan dari Ijtima' Ulama GNPF. Namun, saat ini dukungan itu ditinjau ulang akibat calon presiden Prabowo Subianto tidak memilih ulama rekomendasi Ijtima Ulama sebagai wakilnya di pemilihan presiden 2019.

    Baca: Soal Politik Identitas, JK: Tak Separah yang ... 

    Berjanji tidak akan menggunakan politik identitas, partai berlogo matahari putih ini akan membawa tagline 'Bela Rakyat, Bela Umat' di usia PAN yang menginjak 20 tahun. "Ini sikap politik kami sebagai partai yang mengusung agenda reformasi sekaligus representasi kaum nasionalis-religius," ujar Eddy.

    Menurut dia, PAN secara khusus tidak akan lepas dari fokus utama untuk mengembangkan masyarakat berbasis keumatan, namun tanpa mengusung agenda yang memecah belah masyarakat. "Kami tidak ingin mencederai landasan partai kami sendiri. Kami akan bertarung dalam gagasan dan solusi," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.