Mirip Jokowi, Sekjen Koalisi Indonesia Kerja ke KPU Naik Moge

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding mengendarai motor Ducati saat datang ke KPU, Jakarta, 20 Agustus 2018. Tempo / Friski Riana

    Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding mengendarai motor Ducati saat datang ke KPU, Jakarta, 20 Agustus 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Para sekretaris jenderal partai pengusung bakal calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggunakan motor gede (moge) saat mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018.

    Baca: Apakah Benar-benar Lakukan Aksi Ekstrem Pakai Moge? Jokowi: Hehe

    Suara gahar knalpot moge tersebut terdengar dari jarak beberapa meter sebelum mereka tiba di KPU. Ada sembilan moge dari sejumlah merek ternama yang digunakan para sekjen partai, di antaranya Ducati, Kawasaki Ninja, dan Suzuki GSX.

    Dari sembilan sekjen partai, hanya Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding yang mengendarai sendiri motor balap tersebut. Ia mengendarai motor Ducati merah. Sedangkan sekjen lainnya diboncengi relawan. "Saya punya SIM C bisa bawa motor, jadi saya bawa sendiri," kata Karding mengungkapkan alasannya.

    Baca: Aksi Ekstrem Jokowi di Pembukaan Asian Games 2018 Curi Perhatian

    Setelah memarkirkan kendaraannya, para sekjen berkumpul serta membentangkan spanduk putih bertuliskan Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Mereka juga kompak mengenakan pakaian berwarna senada, yaitu atasan kemeja putih, celana hitam, juga dasi merah.

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan, kedatangan para sekjen ke KPU dalam rangka melengkapi kelengkapan dokumen administrasi yang berisi visi-misi pasangan calon serta susunan tim kampanye nasional.

    Baca: Diundang ke Istana, Pemanjat Tiang Bendera Semeja dengan Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.